- Mantan pemain Timnas Indonesia, Okto Maniani, meminta pemain lokal bekerja keras demi bersaing dengan pesepak bola naturalisasi.
- Pernyataan tersebut disampaikan Okto saat menghadiri promosi film dokumenter Timnas Indonesia di Stadion ASIOP, Jakarta, Selasa.
- Pemain muda diimbau memiliki disiplin dan etos kerja tinggi sebagai kunci utama untuk menembus skuad Garuda.
Suara.com - Mantan pemain Timnas Indonesia, Octavianus Maniani, mengingatkan para pemain lokal untuk terus bekerja keras dan tidak terlena jika masih ingin memiliki peluang membela Timnas Indonesia.
Menurut pria yang akrab disapa Okto itu, persaingan di sepak bola modern semakin ketat, terutama dengan hadirnya pemain-pemain naturalisasi yang berkarier di kompetisi Eropa.
"Saya bilang, kita jangan santai untuk pemain lokal. Kalau kita santai, selesai. Kita yang nggak punya kesempatan untuk bisa bermain untuk timnas," kata Okto saat ditemui awak media, termasuk ANTARA, di Stadion ASIOP, Jakarta Pusat, Selasa.
Ia menilai pemain lokal harus memiliki etos kerja tinggi agar mampu bersaing memperebutkan tempat di skuad Garuda.
"Karena apa? Sepak bola sekarang kan sudah industri dan semua pemain yang dinaturalisasi pemain-pemain yang dia memang bermain di Eropa. Kita kalau lengah sedikit, selesai untuk kita, kita nggak bisa dipanggil untuk ke timnas. Karena apa? Persaingan," tambah dia.
Kehadiran Okto di Stadion ASIOP merupakan bagian dari acara talkshow bertema No Dream is Too Far. No Wait is Too Long. Dalam kegiatan tersebut, ia hadir bersama pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri.
Acara tersebut menjadi bagian dari promosi film dokumenter Timnas Indonesia berjudul The Longest Wait, yang diproduksi oleh Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures. Film itu mengangkat perjalanan Timnas Indonesia yang hampir menembus Piala Dunia 2026.
Selain menjadi pembicara dalam talkshow, Okto juga terlibat dalam sesi coaching clinic yang diikuti oleh 45 pemain muda kelompok usia U-15 di Stadion ASIOP.
Dalam kesempatan tersebut, mantan pemain yang bersinar pada Piala AFF 2010 itu turut membagikan pengalaman selama berkarier sebagai pesepak bola profesional. Ia menegaskan bahwa kerja keras dan kecintaan terhadap sepak bola menjadi kunci utama untuk meraih kesuksesan.
Baca Juga: Egy Maulana Vikri Senang Persaingan di Timnas Indonesia Makin Ketat, Ini Alasannya
"Itu kenapa harus kerja keras dan memang dengan hati untuk bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat," kata Okto.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para pemain muda Indonesia bahwa bakat saja tidak cukup. Dibutuhkan disiplin, konsistensi, dan kerja keras untuk mampu bersaing di level tertinggi serta mewujudkan impian mengenakan seragam Timnas Indonesia.
(Antara)
Berita Terkait
-
Egy Maulana Vikri Senang Persaingan di Timnas Indonesia Makin Ketat, Ini Alasannya
-
Timnas Indonesia Pernah Tumbang dari Oman di Debut Shin Tae-yong
-
Egy Maulana Vikri Angkat Topi Terhadap Sosok John Herdman
-
Australia Dikabarkan Tidak Ikut Serta dalam Ajang FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kata-kata Mutiara Mees Hilgers Balik ke Tanah Air Meski Tak Dipanggil Timnas Indonesia
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026