-
Didier Deschamps memastikan kondisi cedera punggung bek andalan William Saliba sudah membaik penuh.
-
Tim nasional Prancis menerapkan manajemen waktu bermain ketat demi menghindari risiko kelelahan pemain.
-
Persiapan Les Bleus mencakup dua laga uji coba sebelum terbang menuju Amerika Utara.
Suara.com - Kekhawatiran publik mengenai kondisi fisik bek tengah andalan Timnas Prancis, William Saliba, akhirnya resmi berakhir.
Pelatih kepala Didier Deschamps menegaskan bahwa kebugaran sang pemain tidak lagi menjadi persoalan besar bagi skuadnya di Piala Dunia 2026.
Kepastian ini sekaligus mematahkan spekulasi media yang menyebut sang bek berpotensi absen dalam turnamen akbar tersebut.
Langkah antisipasi tetap diambil tim medis untuk memastikan kebugaran penuh Saliba selama laga uji coba berlangsung.
"William baik-baik saja dan akan dikelola. Jika dia perlu bermain besok, dia akan bermain," ujar Deschamps dalam konferensi pers dikutip dari ESPN.
Prancis menjadwalkan laga persahabatan melawan Pantai Gading di Nantes sebagai tahapan awal persiapan intensif mereka.
Kendati sudah dinyatakan pulih, Saliba tampaknya akan diistirahatkan dalam pertandingan pemanasan pembuka tersebut.
Keputusan ini diambil setelah sang pemain melewati musim kompetisi yang sangat padat bersama klubnya.
Pilar pertahanan berusia 25 tahun itu tercatat tampil sebanyak 50 kali dari total 63 pertandingan Arsenal.
Baca Juga: Siapa Nomor 10 Timnas Inggris di Piala Dunia 2026? Jude Bellingham atau Morgan Rogers
Kontribusi masifnya sukses membawa klub asal London tersebut merengkuh trofi juara Liga Utama Inggris.
Selain mengamankan Saliba, Deschamps kini fokus merancang strategi komposisi pemain inti untuk laga perdana mendatang.
Skema rotasi akan diterapkan secara ketat demi menjaga kebugaran fisik seluruh anggota tim nasional Prancis.
"Tentu saja saya punya, ya. Tapi Anda tidak pernah tahu. Akan ada dua pertandingan antara sekarang dan nanti, hal-hal bisa terjadi," kata Deschamps saat ditanya mengenai kerangka sebelas pemain utamanya.
Pelatih peraih gelar juara dunia tersebut juga menyadari potensi ketegangan internal akibat ketatnya persaingan posisi starter.
"Mereka semua ingin berada di susunan pemain utama. Kami akan memperhatikan frustrasi yang dapat ditimbulkan oleh hal ini. Selain itu, karena situasi spesifik di Amerika Serikat, jarak antarpertandingan, kami akan mempelajari hal-hal lain," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek
-
Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen
-
Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual
-
BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif
-
JPMorgan: BBRI Layak Overweight, Kualitas Aset Terus Membaik