-
Panitia mengganti seluruh tanda pengenal petugas Piala AFF U-19 menjelang babak semifinal.
-
Kebijakan diambil karena maraknya laporan oknum yang memasukkan penonton ilegal tanpa tiket.
-
Tanda pengenal baru dilengkapi hologram resmi federasi untuk mencegah tindakan duplikasi.
Suara.com - Kebocoran pintu masuk stadion pada turnamen internasional Piala AFF U-19 2026 memicu respons tegas dari otoritas pelaksana pertandingan. Langkah radikal diambil guna memutus rantai penyalahgunaan akses yang merugikan manajemen tiketing.
Penyelenggara memutuskan untuk membatalkan pemberlakuan seluruh tanda pengenal petugas yang lama menjelang fase krusial. Kebijakan ini menyasar celah keamanan yang kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.
"Kita akan mengganti seluruh ID Card yang digunakan di Piala AFF U-19 2026 di babak semifinal," ujar Ketua Panitia Penyelenggara Piala AFF U-19 2026 Atmoko Panggabean di Medan, Selasa.
Langkah ini diambil setelah munculnya laporan mengenai praktik curang di lapangan. Sejumlah oknum kedapatan meloloskan penonton tanpa tiket menggunakan identitas kepanitiaan yang tidak valid.
"Nah, untuk mengantisipasi itu, kami akan mengganti seluruh ID Card-nya," kata dia.
Modifikasi mutakhir akan diterapkan pada tanda pengenal baru demi menjamin otentisitas dokumen di ring dalam. Otoritas sepak bola nasional turut turun tangan menyematkan sistem proteksi tambahan.
"Dengan adanya hologram itu, kita tahu mana yang diduplikasi," sebut dia.
Sistem distribusi tanda pengenal baru ini dipastikan berjalan dengan pengawasan ketat agar tidak bocor. Penukaran dijadwalkan rampung sesaat sebelum peluit babak semifinal dibunyikan.
Proses logistik pembaruan dokumen ini akan dipusatkan pada satu titik utama. Setiap penanggung jawab bidang wajib mengambil dokumen baru secara kolektif sesuai daftar resmi.
Baca Juga: Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus
"Paling nanti di Sekretariat LOC, nanti koordinatornya masing-masing membagi. Totalnya ada 60 ID Card kurang lebih yang kita keluarkan termasuk ID Card volunter," ujarnya.
Piala AFF U-19 merupakan turnamen sepak bola internasional kelompok umur yang tensinya terus meningkat menuju babak semifinal. Kehadiran ribuan suporter di stadion menuntut akuntabilitas dan sistem keamanan yang bebas dari manipulasi lokal.
Sebelumnya, pengawasan akses masuk dinilai longgar akibat maraknya duplikasi tanda pengenal fisik tanpa pengaman khusus. Evaluasi menyeluruh ini diharapkan mampu memulihkan regulasi turnamen dan melindungi hak penonton yang membeli tiket resmi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi