- Timnas Iran mengenakan pin #168 di Meksiko untuk mengenang korban anak akibat serangan rudal Amerika Serikat Maret 2026.
- FIFA berencana menjatuhkan sanksi kepada timnas Iran karena melanggar aturan larangan penggunaan atribut bermuatan pesan politik di pertandingan.
- Pihak penyelenggara memperketat pengamanan dan membatasi aktivitas publik timnas Iran untuk mencegah gejolak lebih lanjut jelang Piala Dunia.
Suara.com - Kedatangan timnas Iran ke Tijuana, Meksiko, menjelang Piala Dunia 2026 memicu kontroversi.
Para pemain Timnas Iran terlihat mengenakan pin bertuliskan “#168”, simbol untuk mengenang 168 anak tewas akibat serangan rudal AS di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh pada awal Maret 2026.
Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, simbol tersebut merujuk pada jumlah korban anak-anak dalam tragedi tersebut.
Sementara laporan media internasional menyebut investigasi awal mengarah pada keterlibatan militer Amerika Serikat dalam serangan itu.
Alih-alih menunjukkan rasa simpatik dan dukungan, badan sepak bola dunia, FIFA disinyalir bakal menjatuhkan sanksi kepada Timnas Iran.
Dalam aturannya, federasi sepak bola dunia itu melarang penggunaan atribut yang mengandung pesan politik, agama, atau pernyataan pribadi di luar konteks pertandingan.
“Perlengkapan tidak boleh mengandung slogan atau pesan politik,” demikian bunyi aturan yang berpotensi menjerat skuad Iran, termasuk pelatih Amir Ghalenoei jika turut mengenakannya.
Menariknya, pin tersebut tidak dikenakan saat tim masih berada di Turki untuk persiapan.
Atribut itu akan mulai dipakai saat perjalanan menuju Meksiko, yang kini menjadi basis tim setelah mereka tidak diizinkan bermarkas di Amerika Serikat.
Baca Juga: Bedah Kekuatan Timnas Curacao: Skuad 'Mini Belanda' yang Jadi Kuda Hitam di Grup E Piala Dunia 2026
Ini bukan kali pertama Iran menyuarakan tragedi tersebut.
Dalam laga uji coba sebelumnya, para pemain sempat membawa simbol-simbol penghormatan, termasuk tas sekolah dan gambar korban, sebagai bentuk solidaritas.
Di tengah situasi sensitif, pihak penyelenggara meningkatkan pengamanan terhadap tim Iran.
Iran dijadwalkan menjalani latihan tertutup dan minim aktivitas publik, serta mendapat pengawalan ketat demi menghindari potensi gejolak lebih lanjut.
Kontroversi ini menambah panas suasana jelang Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Bedah Kekuatan Timnas Curacao: Skuad 'Mini Belanda' yang Jadi Kuda Hitam di Grup E Piala Dunia 2026
-
Dilema Ronald Koeman: Urus Istri Sakit atau Kejar Gelar Piala Dunia 2026
-
Pesan Presiden Portugal untuk Cristiano Ronaldo Cs: Menangkan Piala Dunia untuk Diogo Jota
-
Maldini Remehkan Argentina di Piala Dunia 2026: Messi Cs Bakal Terhenti di Perempatfinal
-
H-3 Kick Off Piala Dunia 2026: Ousmane Dembele Kritik Pedas Kylian Mbappe
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?