- Shin Tae-yong berkomitmen membawa Persija Jakarta bermain lebih agresif dan menyerang selama mengarungi Super League 2026/2027.
- STY menegaskan gaya bertahan di Timnas Indonesia diterapkan karena harus menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.
- Pelatih asal Korea Selatan itu berharap mendapat dukungan manajemen untuk mendatangkan pemain berkualitas demi mewujudkan sepak bola yang cepat, kuat, dan ofensif.
Butuh Pemain Berkualitas untuk Wujudkan Filosofi Menyerang
Pelatih yang akrab disapa STY tersebut menyadari bahwa skema menyerang membutuhkan dukungan materi pemain dengan kualitas fisik dan teknik yang mumpuni.
Untuk mewujudkan sepak bola menyerang di Persija, ia berencana menjalin komunikasi intensif dengan jajaran manajemen terkait kebutuhan pemain baru.
"Di liga, saya percaya bahwa jika kita berkonsultasi dengan CEO, General Manager, dan pemilik klub untuk mendatangkan pemain-pemain bagus," sambung Shin Tae-yong.
Ia menginginkan kerangka tim yang dihuni pemain-pemain yang mampu menerjemahkan taktik berintensitas tinggi yang menjadi ciri khasnya.
Kehadiran pemain dengan kecepatan, mobilitas, dan ketajaman tinggi menjadi syarat penting agar Persija dapat mendominasi jalannya pertandingan.
"Kami kemungkinan besar akan mampu memainkan gaya sepak bola yang jauh lebih kuat, lebih cepat, dan lebih menyerang," tegasnya dengan penuh optimisme.
Transformasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak produktivitas gol Macan Kemayoran yang sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa musim terakhir.
Latar Belakang Kedatangan Shin Tae-yong
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Progres Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, Segera Masuk DPR?
Penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija Jakarta dilakukan secara megah di Jakarta International Stadium (JIS) pada Senin (8/6/2026).
Pemilihan lokasi perkenalan di stadion berstandar internasional tersebut menjadi simbol ambisi besar manajemen untuk membawa klub kembali berjaya di level tertinggi.
Setelah berpisah dengan PSSI pada awal 2025, STY sempat kembali ke Korea Selatan sebelum akhirnya memutuskan melanjutkan kariernya di Indonesia.
Reputasinya yang sukses membawa Timnas Indonesia mencapai babak 16 besar Piala Asia menjadi salah satu alasan utama manajemen Persija memberikan kontrak jangka panjang.
Kini, perhatian pencinta sepak bola nasional tertuju pada bagaimana tangan dingin STY meracik filosofi menyerang yang dijanjikannya untuk Persija Jakarta.
Berita Terkait
-
Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Thailand Hajar Malaysia
-
Verdonk hingga Nathan Tjoe-A-On Terancam! Wingback Muda Diprediksi Bersinar di Piala Asia 2027
-
8 Pelatih yang Pernah Tangani Persija dan Timnas Indonesia, Terbaru Shin Tae-yong
-
John Herdman Wanti-wanti Timnas Indonesia, Mozambik Bisa Hukum Garuda Lewat Satu Umpan Mematikan
-
Rapor Merah Mozambik Jelang Lawan Timnas Indonesia Malam Ini, Skuad Garuda Mudah Menang?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi