- Shin Tae-yong resmi menjadi pelatih Persija Jakarta untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027 mendatang.
- Muncul isu lama terkait dugaan penamparan pemain saat melatih di Korea Selatan yang kembali menjadi sorotan publik.
- Shin Tae-yong membantah isu tersebut dan memilih fokus membangun tim Persija tanpa memikirkan polemik masa lalunya.
Suara.com - Kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija Jakarta kembali mengundang perhatian publik.
Bukan hanya soal program yang akan dibawanya untuk Macan Kemayoran, tetapi juga kontroversi lama yang pernah terjadi saat dirinya masih berkarier di Korea Selatan.
Belakangan, isu mengenai dugaan insiden antara Shin Tae-yong dan salah satu pemain Ulsan HD kembali ramai diperbincangkan.
Peristiwa tersebut mencuat setelah sang pelatih resmi diperkenalkan sebagai nahkoda Persija untuk menghadapi musim Super League 2026/2027.
Kontroversi itu bermula dari pengakuan bek Ulsan HD, Jung Seung-hyun, yang menceritakan pengalaman masa lalunya bersama Shin Tae-yong.
Dalam sebuah wawancara, pemain tersebut mengungkapkan bahwa dirinya pernah menerima tamparan dari sang pelatih ketika masih membela klub asal Korea Selatan tersebut.
Pernyataan itu sempat memicu reaksi beragam di kalangan pencinta sepak bola Korea Selatan. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut tidak seharusnya terjadi dalam lingkungan sepak bola profesional, sementara yang lain menilai ada konteks yang perlu dipahami lebih jauh.
Isu tersebut kembali menjadi sorotan setelah Shin Tae-yong memulai petualangan barunya di Persija Jakarta. Tak sedikit suporter yang penasaran mengenai kebenaran kejadian tersebut dan bagaimana respons sang pelatih terhadap kontroversi yang sempat ramai dibahas.
Menanggapi hal itu, Shin Tae-yong menegaskan bahwa informasi yang beredar selama ini tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga: Persija Rasa Timnas Indonesia, STY Bidik Marselino, Asnawi, dan Pratama Arhan
Ia menilai pemberitaan yang berkembang di Korea Selatan telah membuat persoalan tersebut terlihat lebih besar daripada fakta di lapangan.
“Soal Ulsan memang banyak kesalahpahaman. Pemain-pemain tersebut adalah murid-murid saya di Olimpiade dan timnas. Kondisinya tidak sebesar seperti yang diberitakan media-media Korea,” kata Shin Tae-yong di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (9/6/2026).
Pelatih berusia 55 tahun tersebut memilih untuk tidak larut dalam polemik masa lalu. Baginya, yang terpenting saat ini adalah menatap tantangan baru bersama Persija Jakarta dan mempersiapkan tim sebaik mungkin menghadapi kompetisi musim depan.
Dengan kontrak jangka panjang yang diberikan manajemen, Shin Tae-yong kini fokus membangun fondasi tim yang kuat.
Ia juga mendapat dukungan penuh untuk menjalankan proyek pengembangan skuad yang ditargetkan mampu membawa Persija kembali bersaing di papan atas.
“Saya tidak mau memikirkan masa lalu. Saya fokus di Persija,” pungkas eks juru taktik tim nasional Korea Selatan itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag
-
Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Rutan KPK
-
Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya