- Shin Tae-yong berkomitmen membawa Persija Jakarta bermain lebih agresif dan menyerang selama mengarungi Super League 2026/2027.
- STY menegaskan gaya bertahan di Timnas Indonesia diterapkan karena harus menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.
- Pelatih asal Korea Selatan itu berharap mendapat dukungan manajemen untuk mendatangkan pemain berkualitas demi mewujudkan sepak bola yang cepat, kuat, dan ofensif.
Suara.com - Pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong, secara mengejutkan berjanji meninggalkan gaya permainan pragmatis yang selama ini melekat padanya saat menangani Timnas Indonesia.
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut menegaskan dirinya siap membawa revolusi taktik menyerang yang agresif demi memuaskan dahaga gol para pendukung setia Macan Kemayoran.
Komitmen besar ini menandai babak baru dalam karier kepelatihannya di Tanah Air dengan durasi kontrak selama tiga tahun yang resmi dimulai pada Juni 2026.
Shin Tae-yong menilai publik selama ini memiliki persepsi yang kurang tepat mengenai identitas taktik yang sebenarnya ia sukai.
Gaya bermain menyerang yang akan diusung di Persija merupakan pendekatan yang sangat berbeda dibandingkan strategi yang diterapkannya saat menukangi Skuad Garuda.
Alasan Shin Tae-yong Mengandalkan Taktik Bertahan di Timnas Indonesia
Shin Tae-yong menjelaskan secara gamblang bahwa perbedaan skema permainan antara Persija dan Timnas Indonesia dipengaruhi oleh karakteristik lawan yang dihadapi.
Menurutnya, pola permainan bertahan yang diterapkan di level internasional merupakan kebutuhan taktis karena adanya perbedaan kualitas pemain yang cukup jauh.
"Saya adalah seseorang yang secara alami lebih menyukai gaya sepak bola agresif, dan filosofi sepak bola saya adalah menyerang," ujar Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Progres Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, Segera Masuk DPR?
Saat memimpin Timnas Indonesia, Skuad Garuda dipaksa lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat untuk mencuri hasil dari tim-tim besar Asia.
"Namun, ketika saya bersama tim nasional Indonesia, kami selalu bermain melawan tim yang lebih kuat," ungkap pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Hal itulah yang membuatnya harus realistis dengan menerapkan strategi defensif demi menjaga keseimbangan tim dari gempuran lawan yang lebih superior.
"Jadi, saya menerapkan taktik defensif dan menggunakan strategi yang melibatkan serangan balik yang sering," tambahnya.
Kini, dengan persaingan di level liga yang dianggap lebih merata, ia merasa memiliki ruang lebih luas untuk mengekspresikan filosofi sepak bola menyerangnya.
Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi Jakmania yang merindukan permainan atraktif dan penuh tekanan di area pertahanan lawan.
Berita Terkait
-
Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Thailand Hajar Malaysia
-
Verdonk hingga Nathan Tjoe-A-On Terancam! Wingback Muda Diprediksi Bersinar di Piala Asia 2027
-
8 Pelatih yang Pernah Tangani Persija dan Timnas Indonesia, Terbaru Shin Tae-yong
-
John Herdman Wanti-wanti Timnas Indonesia, Mozambik Bisa Hukum Garuda Lewat Satu Umpan Mematikan
-
Rapor Merah Mozambik Jelang Lawan Timnas Indonesia Malam Ini, Skuad Garuda Mudah Menang?
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Skandal Prancis Jelang Piala Dunia 2026: Nama Mbappe Diduga Dijual ke Rumah Judi
-
10 Pertandingan Fase Grup Piala Dunia 2026 yang Wajib Ditonton: dari Brasil, Prancis, hingga Jepang
-
Doa Mengiringi Timnas Paraguay: Pesawat 'Dibaptis' Menuju Piala Dunia 2026
-
Naik Bus Sekolah, Pulang Bawa 4 Gol: Curacao Bikin Heboh Jelang Piala Dunia 2026
-
Misi 'El Tri' Usir Kutukan 40 Tahun: Bedah Kekuatan Meksiko Sang Tuan Rumah Piala Dunia 2026
-
Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Thailand Hajar Malaysia
-
Tiket Mahal? Central Park Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Gratis!
-
Wajah Bobrok FIFA: Kenang 168 Anak Tewas Serangan AS, Iran Terancam Sanksi
-
Bedah Kekuatan Timnas Curacao: Skuad 'Mini Belanda' yang Jadi Kuda Hitam di Grup E Piala Dunia 2026
-
Dilema Ronald Koeman: Urus Istri Sakit atau Kejar Gelar Piala Dunia 2026