-
Timnas Indonesia menang tipis satu gol tanpa balas saat menghadapi tantangan Mozambik.
-
John Herdman menyayangkan kegagalan barisan penyerang mengonversi banyak peluang menjadi gol tambahan.
-
Kemenangan ini menjadi modal penting Garuda sebelum menghadapi agenda besar September mendatang.
Suara.com - Ketajaman lini serang Timnas Indonesia menjadi sorotan utama menyusul hasil minimalis pada laga uji coba internasional terbaru. Skuad Garuda dinilai membuang terlalu banyak peluang emas untuk menghasilkan kemenangan yang lebih meyakinkan.
Skor tipis ini memicu evaluasi mendalam dari tim kepelatihan terkait efektivitas penyelesaian akhir para pemain depan. Kendati mendominasi jalannya pertandingan, konversi peluang menjadi gol masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.
Pelatih berkebangsaan Inggris, John Herdman, secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap produktivitas lini depan di atas lapangan. Juru taktik anyar tersebut menilai anak asuhnya memiliki modal yang sangat cukup untuk menyarangkan lebih dari satu gol.
"Tetapi saya senang melihat ketangguhan tim ketika diuji dalam beberapa periode pertandingan dan harus berjuang keras untuk mempertahankan keunggulan. Kami membutuhkan ujian seperti itu," kata Herdman pada jumpa pers setelah pertandingan di SUGBK, Selasa.
Berdasarkan data statistik, dominasi armada merah putih terlihat dari penguasaan bola yang menyentuh angka 60 persen. Sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan, barisan ofensif Indonesia melepaskan total 15 tembakan ke gawang lawan.
Sayangnya, dari belasan percobaan tersebut, hanya ada tiga tembakan yang mengarah tepat ke sasaran. Di sisi lain, tim tamu bermain lebih pragmatis dengan melepaskan tujuh spekulasi dan dua di antaranya memaksa kiper bekerja keras.
Performa menjanjikan diperlihatkan oleh penyerang Ole Romeny yang menjadi pahlawan tunggal berkat gol cepatnya pada paruh pertama. Torehan tersebut sekaligus memperpanjang catatan impresif sang striker saat merumput di stadion kebanggaan tanah air.
"Kami memperkirakan Mozambik akan datang sebagai tim yang terluka dan bermain dengan semangat besar, dan memang itu yang terjadi. Namun untuk sebagian besar pertandingan, para pemain kita mampu mengendalikan permainan dan menunjukkan kualitas mereka," kata pelatih asal Inggris tersebut.
Arsitek timnas juga memberikan panggung bagi sejumlah pilar penting seperti Ragnar Oratmangoen dan Marselino Ferdinan. Keduanya melakoni debut taktis di bawah kepemimpinan pelatih baru dengan memamerkan stabilitas permainan yang menjanjikan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Ungguli Mozambik di Babak Pertama, Ole Romeny Cetak Gol Indah
Sektor pertahanan yang dikawal oleh Elkan Baggott turut menuai apresiasi karena berhasil meredam agresivitas serangan balik cepat. Namun, pujian tertinggi justru diarahkan kepada Joey Pelupessy yang tampil dinamis sebagai jangkar penyeimbang di lini tengah.
"Saya rasa kita bisa bangga dengan pekerjaan dalam dua pertandingan terakhir ini. Namun kami harus tetap rendah hati dan kembali bekerja untuk agenda besar berikutnya pada September," kata Herdman.
Pertandingan persahabatan ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa malam. Laga melawan negara Afrika tersebut merupakan bagian dari rangkaian kalender resmi FIFA Match Day periode Juni.
Sebelumnya, tim Garuda memetik kemenangan meyakinkan tiga gol tanpa balas atas Oman pada laga pertama pekan lalu. Kendati Mozambik memiliki peringkat dunia yang lebih rendah dari Oman, karakter bermain mereka terbukti menyulitkan fisik pemain lokal.
Faktor kelelahan pasca-kompetisi domestik yang panjang bersama klub masing-masing menjadi tantangan non-teknis bagi kebugaran skuad. Uji coba ini menjadi tolok ukur krusial bagi timnas sebelum menghadapi kualifikasi turnamen kompetitif pada musim gugur mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga