Bola / Bola Indonesia
Rabu, 10 Juni 2026 | 05:33 WIB
Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny (IG Timnas Indonesia)
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia menang tipis satu gol tanpa balas saat menghadapi tantangan Mozambik.

  • John Herdman menyayangkan kegagalan barisan penyerang mengonversi banyak peluang menjadi gol tambahan.

  • Kemenangan ini menjadi modal penting Garuda sebelum menghadapi agenda besar September mendatang.

Suara.com - Ketajaman lini serang Timnas Indonesia menjadi sorotan utama menyusul hasil minimalis pada laga uji coba internasional terbaru. Skuad Garuda dinilai membuang terlalu banyak peluang emas untuk menghasilkan kemenangan yang lebih meyakinkan.

Skor tipis ini memicu evaluasi mendalam dari tim kepelatihan terkait efektivitas penyelesaian akhir para pemain depan. Kendati mendominasi jalannya pertandingan, konversi peluang menjadi gol masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.

Pelatih berkebangsaan Inggris, John Herdman, secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap produktivitas lini depan di atas lapangan. Juru taktik anyar tersebut menilai anak asuhnya memiliki modal yang sangat cukup untuk menyarangkan lebih dari satu gol.

Pesepak bola Timnas Indonesia Joey Pelupessy mengepalkan kedua tangannya seusai melawan Timnas Mozambik dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]

"Tetapi saya senang melihat ketangguhan tim ketika diuji dalam beberapa periode pertandingan dan harus berjuang keras untuk mempertahankan keunggulan. Kami membutuhkan ujian seperti itu," kata Herdman pada jumpa pers setelah pertandingan di SUGBK, Selasa.

Berdasarkan data statistik, dominasi armada merah putih terlihat dari penguasaan bola yang menyentuh angka 60 persen. Sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan, barisan ofensif Indonesia melepaskan total 15 tembakan ke gawang lawan.

Sayangnya, dari belasan percobaan tersebut, hanya ada tiga tembakan yang mengarah tepat ke sasaran. Di sisi lain, tim tamu bermain lebih pragmatis dengan melepaskan tujuh spekulasi dan dua di antaranya memaksa kiper bekerja keras.

Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny (kedua kanan) mencoba melewati adangan kiper Timnas Mozambik Ivane Carminio Francisco Oficial Urrubal (kedua kiri) dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]

Performa menjanjikan diperlihatkan oleh penyerang Ole Romeny yang menjadi pahlawan tunggal berkat gol cepatnya pada paruh pertama. Torehan tersebut sekaligus memperpanjang catatan impresif sang striker saat merumput di stadion kebanggaan tanah air.

"Kami memperkirakan Mozambik akan datang sebagai tim yang terluka dan bermain dengan semangat besar, dan memang itu yang terjadi. Namun untuk sebagian besar pertandingan, para pemain kita mampu mengendalikan permainan dan menunjukkan kualitas mereka," kata pelatih asal Inggris tersebut.

Arsitek timnas juga memberikan panggung bagi sejumlah pilar penting seperti Ragnar Oratmangoen dan Marselino Ferdinan. Keduanya melakoni debut taktis di bawah kepemimpinan pelatih baru dengan memamerkan stabilitas permainan yang menjanjikan.

Baca Juga: Timnas Indonesia Ungguli Mozambik di Babak Pertama, Ole Romeny Cetak Gol Indah

Sektor pertahanan yang dikawal oleh Elkan Baggott turut menuai apresiasi karena berhasil meredam agresivitas serangan balik cepat. Namun, pujian tertinggi justru diarahkan kepada Joey Pelupessy yang tampil dinamis sebagai jangkar penyeimbang di lini tengah.

"Saya rasa kita bisa bangga dengan pekerjaan dalam dua pertandingan terakhir ini. Namun kami harus tetap rendah hati dan kembali bekerja untuk agenda besar berikutnya pada September," kata Herdman.

Pertandingan persahabatan ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa malam. Laga melawan negara Afrika tersebut merupakan bagian dari rangkaian kalender resmi FIFA Match Day periode Juni.

Sebelumnya, tim Garuda memetik kemenangan meyakinkan tiga gol tanpa balas atas Oman pada laga pertama pekan lalu. Kendati Mozambik memiliki peringkat dunia yang lebih rendah dari Oman, karakter bermain mereka terbukti menyulitkan fisik pemain lokal.

Faktor kelelahan pasca-kompetisi domestik yang panjang bersama klub masing-masing menjadi tantangan non-teknis bagi kebugaran skuad. Uji coba ini menjadi tolok ukur krusial bagi timnas sebelum menghadapi kualifikasi turnamen kompetitif pada musim gugur mendatang.

Load More