Bola / BolaTaiment
Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:25 WIB
Suporter memberikan dukungannya untuk Tim Nasional Meksiko saat bertanding melawan Tim Nasional Afrika Selatan dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]
Baca 10 detik
  • Otoritas imigrasi AS melarang influencer asing pemegang visa turis menghasilkan uang selama meliput Piala Dunia 2026.
  • Pelanggaran aturan kerja dengan visa turis dapat mengakibatkan sanksi serius berupa pencabutan visa hingga deportasi paksa.
  • Pengawasan ketat diberlakukan guna mencegah kreator konten independen mendapatkan penghasilan dari aktivitas pekerjaan di wilayah Amerika Serikat.

Suara.com - Otoritas imigrasi Amerika Serikat mengingatkan para kreator konten dan influencer asing untuk mematuhi aturan visa saat menonton Piala Dunia 2026.

yang masuk dengan visa turis dilarang menghasilkan uang dari aktivitas yang dilakukan selama berada di wilayah AS.

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) menegaskan bahwa visa B-2 tidak mengizinkan pemegangnya untuk bekerja.

Aktivitas seperti membuat konten berbayar atau bekerja untuk media selama berada di AS dapat dianggap sebagai pelanggaran.

“Orang yang masuk ke Amerika Serikat dengan status pengunjung dan menerima penghasilan dari sumber di AS melanggar ketentuan izin masuk mereka,” tulis CBP dalam keterangannya.

Penyanyi Andrea Bocelli (kiri) dan EJAE (kanan) tampil dalam seremoni pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]

Peringatan ini muncul seiring prediksi membludaknya kreator konten yang akan meliput Piala Dunia 2026 secara independen.

Mereka berpotensi menghadapi sanksi serius, mulai dari pencabutan visa hingga deportasi.

Pengacara imigrasi Alex Galvez menyebut pelanggaran aturan ini bisa berdampak besar bagi pelaku.

Galvez menegaskan bahwa visa turis bisa langsung dicabut jika terbukti digunakan untuk kegiatan yang menghasilkan pendapatan.

Baca Juga: Katanya Cedera? Viral Lamine Yamal Ketahuan Asyik Belanja di Amerika Serikat

Meski demikian, terdapat celah hukum yang bisa diperdebatkan.

Jika akun media sosial dibuat di negara asal dan pembayaran diterima di luar AS, kasus tersebut berpotensi menjadi bahan gugatan hukum.

Isu ini juga memicu kekhawatiran di kalangan jurnalis internasional.

Asosiasi Internasional Jurnalis Olahraga (AIPS) sebelumnya mengkritik kebijakan visa AS yang dinilai membatasi akses sejumlah peliput.

Kasus serupa pernah terjadi pada kreator terkenal Khaby Lame yang sempat ditahan otoritas imigrasi AS pada 2025 karena melebihi masa tinggal visanya.

Lame kemudian memilih untuk meninggalkan negara tersebut secara sukarela.

Dengan meningkatnya pengawasan, para influencer diimbau memahami aturan sebelum meliput Piala Dunia 2026.

Load More