- Timnas Iran tiba di Los Angeles untuk Piala Dunia 2026 meski menghadapi hambatan logistik dan kebijakan perjalanan Amerika Serikat.
- Pelatih Amir Ghalenoei dan Mehdi Taremi mengecam kebijakan tuan rumah yang memaksa skuad Iran bermarkas di Meksiko sementara waktu.
- Pemain dan staf pelatih menegaskan komitmen profesional mereka untuk mewakili rakyat Iran di tengah dominasi isu politik turnamen.
Bagi Taremi, ketegangan politik yang dibawa masuk ke dalam arena olahraga telah mengaburkan antusiasme masyarakat dunia terhadap sepak bola.
"Sensasi yang dimiliki orang-orang saat menantikan Piala Dunia, saya pikir kali ini, mungkin mereka tidak merasakan pengalaman yang sama... Ketegangan semacam ini merusak kegembiraan tersebut. Ini merusak pesan FIFA," lanjut Taremi.
Misi Persatuan di Tengah Protes
Menanggapi adanya rencana aksi protes dari kelompok oposisi di Los Angeles, kedua figur penting ini menegaskan bahwa mereka hadir untuk mewakili seluruh rakyat Iran.
Taremi menyatakan bahwa tim nasional adalah simbol yang melampaui perbedaan politik dan faksi yang ada saat ini.
"Saya ingin mengatakan bahwa kami menghormati seluruh rakyat Iran, baik orang Iran yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Kami di sini untuk bermain sepak bola, dan sepak bola selalu bisa menyatukan semua faksi," jelas Taremi.
Senada dengan bintangnya, Ghalenoei juga menggarisbawahi kekuatan sepak bola sebagai alat diplomasi budaya yang mampu mendekatkan antarnegara.
"Saya sangat senang bisa mewakili bangsa Iran yang kuat dan bangga," kata Ghalenoei.
"Saya berharap sepak bola akan membawa kegembiraan dan kenikmatan serta mendekatkan budaya dan negara, dan saya berharap Piala Dunia akan berjalan baik terlepas dari masalah perjalanan yang kami alami," tutup Ghalenoei.
Baca Juga: Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya
Latar Belakang Konflik dan Ancaman Keamanan
Partisipasi Team Melli di ajang ini sebelumnya sempat berada dalam ketidakpastian besar akibat eskalasi militer di wilayah Teluk pada akhir Februari lalu.
Situasi sempat memanas ketika mantan Presiden AS, Donald Trump, melalui platform media sosialnya menyatakan bahwa kehadiran skuad Iran di Amerika Serikat bisa membahayakan nyawa mereka sendiri.
Kendati demikian, diplomasi internasional akhirnya mengizinkan Iran berkompetisi dengan syarat ketat, yakni mereka harus berlatih dan bermarkas di Meksiko selama fase grup.
Timnas Iran dijadwalkan akan melakoni laga di pesisir barat Amerika Serikat menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir di babak penyisihan.
Di akhir sesi tanya jawab, Mehdi Taremi sempat melontarkan sindiran halus karena hampir seluruh pertanyaan awak media tidak menyentuh aspek strategi tim.
"Tidak ada yang mengajukan pertanyaan terkait sepak bola. Kami sangat menghormati Selandia Baru, dan kami berharap ini akan menjadi pertandingan yang bagus," seloroh Taremi.
Berita Terkait
-
Timnas Uruguay Alami Keterlambatan Pesawat Parah Menjelang Laga Perdana Melawan Arab Saudi
-
Arab Saudi vs Uruguay: Georgios Donis Bidik Kejutan Besar di Piala Dunia 2026
-
Virgil van Dijk Jadi Sorotan usai Jepang Bikin Timnas Belanda Gagal Menang
-
Pakai Cara Tak Biasa, Instruksi Taktik Hajime Moriyasu di Laga Belanda Vs Jepang Viral
-
Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga