Bola / Bola Dunia
Selasa, 16 Juni 2026 | 10:52 WIB
Tunisia resmi memecat Sabri Lamouchi di tengah Piala Dunia 2026 usai kalah 1-5 dari Swedia. Isu kericuhan di ruang ganti turut memicu keputusan tersebut. [Dok. IG equipedutunisiee]
Baca 10 detik
  • Federasi sepak bola Tunisia resmi memecat pelatih Sabri Lamouchi setelah kekalahan telak 5-1 dari Swedia di Piala Dunia 2026.
  • Keputusan pemecatan diambil karena performa buruk tim serta adanya laporan perselisihan fisik di dalam kamp latihan Tunisia.
  • Kondisi ini menempatkan Tunisia di dasar klasemen Grup F dan menyulitkan mereka untuk melaju ke babak gugur turnamen.

Kejadian drastis ini mengulangi sejarah kelam mereka pada edisi Piala Dunia 1998 silam saat juga mengambil langkah serupa.

Kala itu, Tunisia memecat Henryk Kasperczak tepat setelah tim dipastikan tersingkir secara matematis di babak grup usai kalah dari Inggris dan Kolombia.

Fenomena pemecatan kilat ini juga pernah dialami Cha Bum-kun dari Korea Selatan pada edisi yang sama setelah kalah telak 5-0 dari Belanda.

Pada sejarah yang lebih baru, Spanyol juga pernah memecat Julen Lopetegui hanya dua hari sebelum Piala Dunia 2018 dimulai akibat masalah negosiasi dengan Real Madrid.

Namun, kasus Sabri Lamouchi di Piala Dunia 2026 ini dianggap jauh lebih dramatis karena melibatkan keributan internal pemain dan ofisial.

Nasib Skuad Tunisia di Grup Neraka

Kini Tunisia harus berjuang tanpa nakhoda tetap di saat sedang berada dalam posisi yang sangat sulit di dasar klasemen Grup F.

Mereka berada di bawah bayang-bayang kehebatan Swedia, Belanda, dan Jepang yang menghuni grup neraka tersebut.

Mencapai babak gugur kini dianggap sebagai misi yang nyaris mustahil bagi Tunisia jika tidak segera melakukan perbaikan mental secara menyeluruh.

Baca Juga: Susah Payah Hadapi Arab Saudi, Maximiliano Araujo Selamatkan Uruguay dari Kekalahan

Tugas berat kini menanti siapa pun yang akan menggantikan posisi Lamouchi untuk menghadapi sisa pertandingan krusial di fase grup.

Dunia sepak bola kini menanti apakah keputusan ekstrem ini akan membawa perubahan positif atau justru menenggelamkan Tunisia lebih dalam.

Load More