- Suporter Jepang yang membersihkan stadion saat Piala Dunia 2026 di Amerika Utara kini memicu perdebatan mengenai ketimpangan gender.
- Kritik muncul karena pria Jepang dinilai kurang berkontribusi dalam pembagian tugas domestik dibandingkan perempuan di rumah tangga mereka.
- Data OECD menunjukkan pria Jepang menghabiskan waktu sangat minim untuk urusan rumah tangga dibanding dengan partisipasi para perempuan.
Data Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menunjukkan bahwa pria Jepang termasuk kelompok yang paling sedikit menghabiskan waktu untuk pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan.
Rata-rata pria Jepang menghabiskan sekitar 6,3 jam per hari untuk pekerjaan berbayar, tetapi hanya 1,5 jam untuk pekerjaan domestik.
Sebaliknya, perempuan menghabiskan sekitar tiga jam untuk pekerjaan berbayar dan 3,3 jam untuk pekerjaan rumah tangga serta pengasuhan anak setiap hari.
Survei pemerintah Jepang pada 2021 bahkan menunjukkan bahwa pria hanya mengalokasikan waktu sekitar 51 menit per hari untuk pekerjaan domestik yang tidak dibayar, sedangkan perempuan mencapai tiga jam 24 menit.
Sebagian pihak pun mempertanyakan apakah perilaku tertib yang ditunjukkan di luar negeri hanya dilakukan untuk membangun citra positif di mata dunia.
Beberapa warga Jepang juga menyoroti fakta bahwa jalanan di negara tersebut terkadang tetap dipenuhi sampah setelah acara besar pada akhir pekan.
Karena itu, aksi memungut sampah di tribun Piala Dunia kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai simbol kesantunan, melainkan juga menjadi refleksi atas persoalan sosial yang masih terjadi di Jepang.
Tradisi Bersih-bersih yang Mendunia
Suporter sepak bola Jepang pertama kali mencuri perhatian dunia lewat aksi membersihkan stadion pada Piala Dunia 2014 di Brasil.
Baca Juga: Son Heung-min Bidik Rekor Park Ji-sung saat Korea Selatan Tantang Meksiko di Piala Dunia 2026
Sejak saat itu, para pendukung Jepang hampir selalu menyiapkan kantong sampah untuk memastikan area tempat duduk mereka kembali bersih setelah pertandingan berakhir.
Budaya tersebut berakar dari sistem pendidikan Jepang yang mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab menjaga kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah sejak usia dini.
Namun, seiring berkembangnya kesadaran sosial, tuntutan agar nilai kebersihan dan tanggung jawab juga diterapkan secara adil di lingkungan domestik semakin menguat.
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pun menjadi panggung yang mempertemukan prestasi olahraga dengan perdebatan sosial yang berkembang di ruang digital.
Berita Terkait
-
Murat Yakin Puji Peran Pemain Pengganti usai Swiss Hajar Bosnia 4-1
-
Lionel Messi Dapat Kabar Buruk dari Keluarga di Tengah Piala Dunia 2026
-
Didikan John Herdman, Striker Kanada Jonathan David Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026
-
Ayah Lionel Messi Meninggal di Tengah Piala Dunia 2026? Keluarga Buka Suara
-
Ronaldo soal Tak Main Bagus : Portugal Bisa Saja Menang, Tapi...
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Erick Thohir Respons Vietnam Tambah Naturalisasi Jelang Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Kontrak di FC Emmen Segera Habis, Tim Geypens Jadi Incaran Bali United
-
Pelatih Spanyol Kesal Rodri Dikritik: Sangat Menghina Saya, Dia Pemain Terbaik Dunia!
-
Persija Jakarta Bongkar Kesepakatan Transfer dengan Shin Tae-yong, Pelatih Dapat Kuasa Penuh!
-
PSSI-nya Palestina Bantah Rencana Duel Lawan Israel, Sebut Agenda FIFA Sebagai Upaya Sportswashing
-
Ternyata STY Diminati Klub Jepang dan China, tapi Memilih Gabung Persija Jakarta
-
Tak Ikut Sesi Latihan, Christian Pulisic Berpotensi Absen Saat Amerika Serikat Lawan Australia
-
Lionel Scaloni Dihadapkan Dilema Pemilihan Striker Jelang Argentina vs Austria
-
Bukan GBK, Ini Pertimbangan PSSI Jadikan Pakansari Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Hong Myung-bo Minta Korea Selatan Lupakan Kekalahan dari Meksiko, Fokus ke Laga Penentuan