Bola / Bola Dunia
Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:41 WIB
Haiti menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-3 dari Brasil. Matheus Cunha mencetak brace, Vinicius Junior tampil gemilang. [Dok. haitinationalsoccer]
Baca 10 detik
  • Timnas Brasil mengalahkan Haiti dengan skor 3-0 dalam laga Grup C Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field.
  • Dua gol Matheus Cunha dan satu gol Vinicius Junior memastikan kemenangan Brasil serta menyingkirkan Haiti dari turnamen.
  • Hasil pertandingan tersebut menjadikan Haiti sebagai tim pertama yang dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar Piala Dunia.

Suara.com - Gelaran Piala Dunia 2026 resmi memakan korban pertama. Timnas Haiti dipastikan tersingkir dari turnamen setelah takluk 0-3 dari Brasil pada laga Grup C.

Kekalahan dari sang pemilik lima gelar juara dunia membuat wakil Concacaf itu tidak lagi memiliki peluang matematis untuk melaju ke babak gugur.

Bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, tampil impresif dengan torehan satu gol dan satu assist untuk menginspirasi kemenangan penting Selecao di Lincoln Financial Field.

Haiti yang menyandang status sebagai negara termiskin di Belahan Bumi Barat sebenarnya datang dengan misi emosional setelah kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974.

Namun, dominasi pemain-pemain bintang Brasil di Philadelphia membuat Haiti menjadi tim pertama yang dipastikan gagal mencapai babak 32 besar.

Dominasi Matheus Cunha Bawa Brasil Menang Meyakinkan

Brasil mengalahkan Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026 dan resmi melampaui Jerman sebagai tim dengan gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. [Dok. FIFA]

Penyerang Manchester United, Matheus Cunha, tampil sebagai pembeda setelah dipercaya turun sebagai starter oleh pelatih Carlo Ancelotti.

Cunha membuktikan kualitasnya dengan mencetak dua gol yang masing-masing dirayakan dengan selebrasi khasnya di hadapan 68.324 penonton.

Gol pertama lahir pada menit ke-23 setelah ia berhasil memanfaatkan bola liar di kotak penalti Haiti. Tak lama berselang, Cunha kembali menggetarkan jala lawan melalui tembakan kaki kiri yang bersarang di pojok atas gawang.

Baca Juga: Pelatih Pantai Gading Peringatkan Jerman: Kami Datang untuk Menang!

"Kami memainkan pertandingan yang lengkap, terutama di babak pertama," kata Carlo Ancelotti seusai pertandingan.

Strategi Carlo Ancelotti Berbuah Manis

Ancelotti sebelumnya membuat keputusan mengejutkan dengan mencadangkan Cunha saat Brasil hanya bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka.

Namun, perubahan strategi di pertandingan kedua terbukti efektif untuk membongkar pertahanan Haiti yang bermain rapat.

"Untuk pertandingan ini, posisi Matheus Cunha adalah posisi yang tepat untuk menciptakan masalah bagi pertahanan mereka," ujar Ancelotti.

Menurutnya, pergerakan Cunha sangat efektif dalam menerima umpan-umpan terobosan dari lini tengah.

Load More