- APPI melaporkan 188 kasus tunggakan hak kontraktual pemain dari 17 klub sepak bola Indonesia kepada pihak I.League pada Selasa (23/6/2026).
- Terdapat 22 perkara yang telah memiliki putusan tetap NDRC namun belum dipenuhi kewajibannya oleh beberapa klub seperti Semen Padang dan PSBS Biak.
- Total nilai tunggakan kontrak yang belum diselesaikan mencapai lebih dari Rp10,8 miliar beserta kewajiban dalam mata uang asing lainnya.
Suara.com - Masalah tunggakan hak kontraktual pemain kembali menjadi sorotan menjelang bergulirnya musim baru kompetisi sepak bola Indonesia.
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengungkapkan masih terdapat ratusan kasus yang melibatkan klub-klub dari berbagai level kompetisi nasional.
Temuan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara APPI dan I.League yang berlangsung di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Agenda utama pertemuan adalah membahas penyelesaian tunggakan hak-hak pemain yang masih menjadi persoalan serius di sepak bola Indonesia.
APPI hadir melalui Presiden APPI Hanif Sjahbandi, anggota Komite Eksekutif APPI Andritany Ardhiyasa dan Yolanda Krismonica, Sekretaris Jenderal APPI Gotcha Michel, serta Kepala Divisi Legal APPI Jannes Silitonga.
Sementara itu, pihak I.League diwakili Direktur Bisnis dan Komersial Sadikin Aksa bersama jajaran manajemen operator kompetisi.
Dalam forum tersebut, APPI memaparkan data terbaru hingga 19 Juni 2026. Tercatat ada 188 kasus kontraktual yang berasal dari 17 klub dan telah diterima maupun ditangani oleh APPI.
Dari total kasus tersebut, sebanyak 22 perkara telah memperoleh putusan final dan mengikat dari National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia. Namun demikian, masih ada sejumlah klub yang belum memenuhi kewajiban sesuai keputusan yang telah ditetapkan.
Klub-klub yang disebut belum menjalankan putusan NDRC tersebut adalah Semen Padang dan PSBS Biak dari Super League, serta Adhyaksa FC dan Sriwijaya FC dari Championship.
Baca Juga: Berapa Gaji Sus Rini? Gaya Pengasuh Rayyanza Pakai Tas Mewah Jadi Perbincangan
Presiden APPI, Hanif Sjahbandi, menegaskan bahwa penyelesaian tunggakan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap harus menjadi prioritas seluruh pihak.
"Penyelesaian tunggakan yang telah memiliki putusan final merupakan hal yang sangat penting karena menyangkut hak para pemain," kata Hanif Sjahbandi dalam pernyataan resmi.
Hanif juga menyambut baik komitmen yang ditunjukkan I.League dalam membantu mengawal penyelesaian persoalan tersebut.
"Kami mengapresiasi komitmen I.League untuk membantu memastikan proses tersebut berjalan dan berharap peningkatan dalam proses verifikasi dapat mencegah terjadinya kasus tunggakan gaji yang berulang," ujarnya menambahkan.
Selain membahas tunggakan kontrak dan gaji, APPI turut mengangkat sejumlah isu strategis lainnya yang berkaitan dengan masa depan kompetisi nasional.
Beberapa topik yang menjadi perhatian meliputi peningkatan tata kelola kompetisi, perlindungan hak-hak pesepakbola profesional, kepatuhan klub terhadap kontrak yang telah disepakati, hingga penciptaan lingkungan kerja yang lebih sehat dan profesional bagi para pemain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB