- Presiden Prabowo menyatakan komitmen meningkatkan kesejahteraan guru saat acara di Bangkalan pada Selasa, 23 Juni 2026.
- Komisi X DPR RI mengusulkan standar gaji minimal lima juta rupiah per bulan guna menjamin kesejahteraan guru.
- FPTHSI mengkritik usulan tersebut karena kesejahteraan seharusnya didasarkan pada kemampuan memenuhi kebutuhan hidup yang layak, bukan nominal.
Suara.com - Usulan gaji guru minimal Rp5 juta per bulan yang muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan sebenarnya tersedia anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan guru mendapat tanggapan kritis dari Forum Pendidikan dan Tenaga Honorer Swasta Indonesia (FPTHSI).
Ketua Dewan Pembina FPTHSI Didi Suprijadi menilai ukuran kesejahteraan guru tidak bisa semata-mata ditentukan berdasarkan angka nominal tertentu.
Menurut dia, Undang-Undang Guru dan Dosen tidak pernah mengatur besaran nominal gaji guru. Namun, regulasi tersebut menegaskan bahwa guru berhak memperoleh penghidupan yang layak.
"Dalam undang-undang tidak pernah disebutkan berapa nominal gaji guru, tetapi dalam Undang-Undang Guru dan Dosen disebutkan bahwa guru sebagai pendidik wajib hidup layak," kata Didi kepada Suara.com, Kamis (25/6/2026).
Karena itu, ia mempertanyakan apakah usulan gaji guru minimal Rp5 juta per bulan benar-benar dapat dikategorikan sebagai penghasilan yang layak.
"Bila gaji guru Rp5 juta bisa kah disebut guru hidup layak?" ujarnya.
Didi juga menyoroti masih adanya guru ASN PPPK paruh waktu yang menerima penghasilan jauh di bawah angka tersebut.
Menurut Didi, ukuran kesejahteraan guru seharusnya tidak hanya melihat angka nominal, tetapi juga daya beli dan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup.
Ia kemudian mengungkapkan pandangan yang pernah berkembang pada masa lalu mengenai standar kesejahteraan guru.
Baca Juga: FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
"Gaji guru bisa hidup layak berpatokan harga sapi seperti zaman kakek saya jadi guru di zaman Belanda. Bila sapi saat ini harganya Rp20 juta sampai Rp25 juta, itu gaji guru disebut layak," tutur Didi.
Pernyataan mengenai kesejahteraan guru itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintah sebenarnya ingin meningkatkan gaji guru dan PNS, namun ruang fiskal negara belum optimal karena masih terjadi kebocoran penerimaan negara dan aliran dana ke luar negeri.
Pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang mengusulkan gaji guru minimal Rp5 juta per bulan. Menurut Lalu, angka tersebut merupakan hasil perhitungan Komisi X DPR sebagai batas minimal yang dinilai layak untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
Berita Terkait
-
FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
-
Mengapa Gaji Guru Sangat Kecil?
-
Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC
-
Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi
-
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat
-
Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa
-
Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak
-
PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara