- Cape Verde mencetak sejarah sebagai negara terkecil yang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Tim asuhan Bubista melaju ke fase gugur setelah mengumpulkan tiga poin dari tiga hasil imbang grup.
- Cape Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina dengan misi membawa kebanggaan bagi negara dan benua Afrika.
Suara.com - Cape Verde mencatat sejarah besar di Piala Dunia 2026 setelah memastikan langkah ke babak 32 besar. Meski kini harus berhadapan dengan juara bertahan Argentina yang diperkuat Lionel Messi, pelatih Bubista menegaskan timnya tidak akan gentar.
Bagi Cape Verde, keberhasilan lolos dari fase grup sudah menjadi pencapaian luar biasa. Tim berjuluk Tubarões Azuis itu melaju ke fase gugur usai bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H.
Hasil tersebut membuat Cape Verde mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan yang semuanya berakhir imbang.
Catatan unik itu mengantarkan mereka finis sebagai runner-up grup sekaligus menjadi negara dengan wilayah dan populasi terkecil yang pernah menembus babak gugur Piala Dunia.
Bubista Yakin Cape Verde Bisa Beri Kejutan
Meski berstatus sebagai tim debutan, Bubista menegaskan anak asuhnya tidak akan datang ke pertandingan melawan Argentina hanya untuk memenuhi jadwal. Ia yakin Cape Verde masih mampu membuat kejutan.
“Ini sedikit mengejutkan, meskipun kami selalu menanamkan pikiran bahwa kami bisa mencapai tahap ini setelah melihat hasil dua pertandingan pertama,” kata Bubista dikutip dari Reuters.
“Kami negara kecil, tetapi kami berjuang untuk apa yang ingin kami capai. Bagi kami, tidak ada yang mustahil,” jelasnya.
Pada babak 32 besar, Cape Verde akan menghadapi tantangan terbesar mereka sejauh ini. Di hadapan mereka sudah menanti Argentina yang tampil impresif sepanjang fase grup dan masih diperkuat megabintang Lionel Messi.
Baca Juga: Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil
Meski mengakui kualitas lawan, Bubista memastikan timnya tetap akan mempertahankan identitas permainan yang selama ini menjadi kekuatan utama.
“Kami akan memainkan permainan kami dengan sikap yang benar dan penuh tanggung jawab, tetapi juga dengan kepribadian dan karakter kami sendiri. Mereka memiliki Messi, yang tidak perlu diperkenalkan lagi,” ujar mantan bek tersebut.
Membawa Misi untuk Cape Verde dan Afrika
Bubista juga mengungkapkan bahwa duel melawan Argentina memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar pertandingan sepak bola.
Menurutnya, banyak warga Cape Verde yang menetap di Argentina sehingga laga ini memiliki nilai emosional bagi masyarakat negaranya.
Pelatih berusia 46 tahun itu menegaskan timnya membawa misi untuk membanggakan negaranya sekaligus mewakili Afrika di panggung sepak bola dunia.
Berita Terkait
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Jika FIFA Bertindak Tegas, Kuota AFC di Piala Dunia Bisa Berkurang Gegara Tim-Tim Arab!
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Tempat Sampah! Rahasia Kantong Biru Suporter Jepang yang Bikin Stadion Spektakuler
-
Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026
-
Catatan Kriminal Kaishu Sano Perobek Gawang Brasil: Pelaku Penyerangan Seksual
-
Kanada Bukan Sekadar Tuan Rumah! Jesse Marsch Sebut Anak Asuhnya Pahlawan Negara
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Kilas Balik: Dulu Jepang Dibantai Tan Liong Houw Dkk Kini Hajar Brasil
-
Jepang Kejutkan Brasil! Gol Indah Kaishu Sano Bawa Samurai Biru Unggul
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final