- Senegal percaya diri menghadapi Belgia meski kehilangan Edouard Mendy, dengan Pape Bouna Thiaw menegaskan fase gugur adalah "kompetisi baru".
- Singa Teranga lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik usai menang telak 5-0 atas Irak dan siap membuat kejutan di babak 32 besar.
- Mory Diaw akan menggantikan Mendy di bawah mistar, sementara sang kiper utama tetap hadir untuk memberikan dukungan moral kepada tim.
Suara.com - Pelatih Timnas Senegal, Pape Bouna Thiaw, menegaskan timnya telah melupakan hasil kurang memuaskan di fase grup dan siap membuka lembaran baru di babak gugur Piala Dunia 2026.
Skuad berjuluk Singa Teranga itu dijadwalkan menghadapi Belgia pada babak 32 besar yang berlangsung Rabu waktu setempat.
Thiaw menginstruksikan anak asuhnya untuk memandang fase gugur sebagai kompetisi yang benar-benar baru.
Perjalanan Senegal menuju babak 32 besar tergolong berliku setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Prancis dan Norwegia.
Namun, kemenangan telak 5-0 atas Irak pada laga pamungkas memastikan mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Senegal berhak melaju ke fase berikutnya setelah unggul selisih gol tipis atas Iran yang harus tersingkir.
Babak Gugur Adalah Kompetisi Baru
Meski lolos dengan status peringkat ketiga terbaik, kualitas Senegal tetap mendapat pengakuan dari calon lawannya.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, secara terbuka menyebut Senegal sebagai tim peringkat ketiga terbaik yang lolos ke babak 32 besar.
Baca Juga: Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
Menanggapi pujian tersebut, Pape Bouna Thiaw memastikan para pemainnya tidak akan gentar menghadapi deretan bintang Belgia.
"Kami perlu memenangkan pertandingan melawan Irak dan sekarang kami sudah lolos," ujar Pape Bouna Thiaw.
Juru taktik asal Senegal itu menegaskan determinasi timnya sedang berada di level tertinggi untuk memenangkan laga hidup-mati tersebut.
"Ini adalah kompetisi baru yang akan dimulai dan kami bertekad untuk memenangkan pertandingan ini," tegas Pape Bouna Thiaw.
Thiaw juga mengingatkan bahwa status juara grup yang disandang Belgia sama sekali bukan jaminan akan melaju lebih jauh.
Ia mencontohkan Belanda yang baru saja disingkirkan Maroko melalui drama adu penalti.
Berita Terkait
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Erling Haaland Buyarkan Mimpi Pantai Gading, Emerse Fae: Detail Kecil Jadi Pembeda di Piala Dunia