Bola / Bola Dunia
Rabu, 01 Juli 2026 | 10:44 WIB
Jeremy Doku kembali memperkuat Belgia saat menghadapi Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Rudy Garcia meminta timnya tak terlena dengan status unggulan. [Dok. IG/belgianreddevils]
Baca 10 detik
  • Belgia mendapat tambahan kekuatan setelah Jeremy Doku kembali dan Zeno Debast pulih dari cedera jelang duel kontra Senegal.
  • Rudy Garcia meminta timnya tidak terlena dengan status unggulan, berkaca dari tersingkirnya Belanda dan Jerman di fase gugur.
  • Laga kontra Senegal menjadi momen reuni Rudy Garcia dengan mantan anak asuhnya, Pape Thiaw, yang kini menangani Singa Teranga.

Rudy Garcia Waspadai Senegal

Ketajaman Romelu Lukaku diperkirakan kembali menjadi andalan Belgia apabila pertandingan berjalan ketat.

Garcia juga berharap cuaca sejuk di Seattle dapat membantu timnya memainkan sepak bola menyerang dengan lebih efektif.

Meski berstatus unggulan, Belgia diminta tidak terlena.

Garcia mencontohkan tersingkirnya Jerman dan Belanda sebagai bukti bahwa tidak ada laga mudah di fase gugur.

"Tidak ada skuad yang kecil (secara reputasi), bahkan jika Anda adalah favorit di atas kertas, seperti yang terjadi pada Jerman, Anda bisa kalah," tutur Rudy Garcia.

Menghadapi Senegal juga menjadi momen spesial bagi Garcia karena harus beradu taktik dengan pelatih Singa Teranga, Pape Thiaw, yang pernah menjadi anak asuhnya di Saint-Etienne.

Garcia mengaku bangga melihat perkembangan karier mantan pemainnya tersebut.

"Thiaw adalah pemain yang luar biasa, dan dia juga seorang pelatih yang luar biasa, saya sangat senang untuknya," ungkap Garcia.

Baca Juga: Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda

Meski demikian, hubungan baik itu akan dikesampingkan selama pertandingan berlangsung.

"Tetapi saya akan mengalahkannya," tegas Garcia.

Belgia pun berharap dapat memanfaatkan skuad terbaiknya untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Load More