-
Senegal tersingkir tragis dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 2-3 dari Belgia.
-
Moussa Niakhaté mengakui runtuhnya konsentrasi selama lima menit menjadi penyebab utama kekalahan.
-
Belgia melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi tuan rumah Amerika Serikat.
Suara.com - Konsentrasi yang buyar dalam waktu singkat menghancurkan mimpi besar Senegal untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Keunggulan dua gol yang sempat digenggam Singa Teranga sirna seketika akibat kebangkitan kilat yang ditunjukkan oleh Belgia.
Stadion Lumen Field di Seattle menjadi saksi bisu bagaimana dominasi taktik raksasa Afrika tersebut runtuh secara tragis. Kekalahan tipis 2-3 pada laga babak 32 besar ini memaksa anak asuh Aliou Cisse mengepak koper lebih awal.
Bek tangguh Senegal, Moussa Niakhate, tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya setelah peluit panjang berbunyi. Pemain belakang tersebut merasakan kepedihan mendalam karena timnya sempat memegang kendali penuh atas jalannya laga.
“Kami sangat kecewa. Dalam lima menit kami kehilangan dua gol, padahal selama 80 menit kami bermain sangat baik,” ujar Niakhaté dikutip di laman FIFA, Kamis (2/7/2026).
Kelalaian mengantisipasi perubahan ritme permainan musuh terbukti harus dibayar mahal dengan harga yang sangat tinggi. Lini belakang yang sebelumnya tampil solid mendadak kehilangan koordinasi pada momen-momen paling krusial.
Niakhaté menilai hasil akhir pertandingan Rabu malam waktu setempat itu terasa sangat kejam bagi seluruh anggota tim. Kelengahan dalam mengawal pergerakan penyerang lawan membuat momentum emas yang sudah dibangun langsung menguap.
“Kami memberikan segalanya. Tentu ada kesalahan, kalau tidak kami pasti lolos ke babak berikutnya,” katanya.
Hilangnya fokus pertahanan membuat Setan Merah leluasa mengeksploitasi ruang sempit di area penalti. Padahal, performa Senegal pada paruh pertama laga sempat digadang-gadang sebagai penampilan terbaik mereka sepanjang turnamen.
Ekspektasi tinggi publik sepak bola dunia kini berubah menjadi beban moral yang sangat berat bagi para pemain. Sebagai jawara bertahan Piala Afrika, target menembus fase krusial turnamen global ini kini resmi kandas.
Baca Juga: Cerita Korban Penjualan Tiket Spekulatif Piala Dunia 2026, Sudah Bayar Rp 107 Juta Tapi Zonk
“Kami ingin memberikan perjalanan yang hebat di Piala Dunia ini. tim ini 100 persen bertekad melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hari ini kami tidak cukup baik,” ujarnya.
Rasa bersalah yang berkecamuk kini menyelimuti ruang ganti perwakilan benua hitam tersebut setelah kegagalan ini. Para pemain menyadari dampak emosional dari kekalahan menyakitkan ini akan merembet hingga ke tanah air mereka.
“Saya tidak bisa membayangkan orang-orang Senegal di Dakar, di seluruh dunia. Kami membuat mereka bangga selama beberapa bulan terakhir, tapi hari ini kami mengecewakan mereka,” katanya.
Meski terpukul, seluruh penggawa lapangan dipastikan telah memeras keringat secara maksimal demi lambang di dada. Sayangnya, dewi fortuna kali ini lebih berpihak pada efisiensi serangan balik yang diperagakan armada Eropa.
Terkait keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kontroversial bagi lawan, sang bek memilih bersikap netral. Dirinya enggan mencari kambing hitam atas hasil negatif yang sudah dipastikan di atas lapangan hijau.
“Saya tidak melihat ulangannya. Saya tidak ingin berbicara soal penalti. Kalau Anda bilang itu penalti, ya berarti penalti,” ujarnya.
Kekalahan ini memperpanjang catatan minor tim-tim Afrika saat menghadapi kedisiplinan taktis dari wakil Benua Biru. Senegal yang sejatinya diunggulkan justru gagal mengulangi kejayaan sejarah mereka pada edisi-edisi terdahulu.
Hasil krusial di Seattle ini sekaligus memastikan tiket babak 16 besar menjadi milik Kevin De Bruyne dan kawan-kawan. Belgia kini langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi tantangan berat dari sang tuan rumah, Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan
-
Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun
-
Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
-
Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran
-
Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun
-
Lengkap! Daftar Nama Anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara
-
Daftar Harga HP Infinix Agustus 2026, Lengkap Seri Gaming hingga Entry Level
-
Bantuan Sembako dari Presiden Mulai Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT
-
BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores