Bola / Bola Dunia
Minggu, 05 Juli 2026 | 15:05 WIB
Timnas Norwegia saat mengalahkan Swedia dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. (Instagram/@herrelandslaget)
Baca 10 detik
  • Stale Solbakken mengklarifikasi video ruang ganti yang dianggap tidak menghormati pelatih Brasil, Carlo Ancelotti.

  • Norwegia berambisi mempertahankan rekor sejarah tidak terkalahkan melawan Brasil pada babak 16 besar.

  • Tim nasional Norwegia telah merancang strategi khusus termasuk menyiapkan lima eksekutor penalti utama.

Skenario drama adu penalti juga telah diantisipasi secara matang oleh tim kepelatihan Norwegia demi tiket perempat final. Mengingat sengitnya fase gugur tahun ini, kesiapan mental eksekutor menjadi fokus yang tidak boleh diabaikan.

"Kemenangan kami pada tahun 1998 sangat berarti bagi sepak bola Norwegia untuk waktu yang lama, tetapi kami harus ingat bahwa Brasil saat itu sudah lolos dan tidak mengejar apa pun."

"Namun ini adalah pertandingan sistem gugur dan kedua tim harus menang untuk bisa lolos."

Seluruh pemain kini sudah memegang peran dan urutan masing-masing jika laga harus diselesaikan lewat titik putih. Langkah preventif ini diambil agar tidak ada kepanikan saat momen krusial itu tiba.

"Kami telah bersiap dengan baik untuk adu penalti," ucapnya memungkasi.

"Para pemain tahu siapa yang akan menembak 1, 2, 3, 4, dan 5. Kami telah bersiap dengan baik."

Ketegangan ini bermula saat Norwegia mengunci tiket 16 besar berkat gol penentu Erling Haaland pada menit ke-86 melawan Pantai Gading di Dallas. Di dalam ruang ganti, Solbakken yang emosional berteriak, "Ancelotti, kami datang untukmu!" hingga memicu perdebatan panas di media menjelang laga krusial ini.

Load More