-
Stale Solbakken mengklarifikasi video ruang ganti yang dianggap tidak menghormati pelatih Brasil, Carlo Ancelotti.
-
Norwegia berambisi mempertahankan rekor sejarah tidak terkalahkan melawan Brasil pada babak 16 besar.
-
Tim nasional Norwegia telah merancang strategi khusus termasuk menyiapkan lima eksekutor penalti utama.
Skenario drama adu penalti juga telah diantisipasi secara matang oleh tim kepelatihan Norwegia demi tiket perempat final. Mengingat sengitnya fase gugur tahun ini, kesiapan mental eksekutor menjadi fokus yang tidak boleh diabaikan.
"Kemenangan kami pada tahun 1998 sangat berarti bagi sepak bola Norwegia untuk waktu yang lama, tetapi kami harus ingat bahwa Brasil saat itu sudah lolos dan tidak mengejar apa pun."
"Namun ini adalah pertandingan sistem gugur dan kedua tim harus menang untuk bisa lolos."
Seluruh pemain kini sudah memegang peran dan urutan masing-masing jika laga harus diselesaikan lewat titik putih. Langkah preventif ini diambil agar tidak ada kepanikan saat momen krusial itu tiba.
"Kami telah bersiap dengan baik untuk adu penalti," ucapnya memungkasi.
"Para pemain tahu siapa yang akan menembak 1, 2, 3, 4, dan 5. Kami telah bersiap dengan baik."
Ketegangan ini bermula saat Norwegia mengunci tiket 16 besar berkat gol penentu Erling Haaland pada menit ke-86 melawan Pantai Gading di Dallas. Di dalam ruang ganti, Solbakken yang emosional berteriak, "Ancelotti, kami datang untukmu!" hingga memicu perdebatan panas di media menjelang laga krusial ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan