- Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada Selasa, 7 Juli 2026.
- Kekalahan memicu perdebatan antara Rúben Dias dan Ricardo Quaresma terkait performa serta konsep bermain tim tersebut.
- Kegagalan ini menyebabkan pelatih Roberto Martinez dipastikan meninggalkan posisinya karena dinilai tidak memberikan perkembangan taktis signifikan.
Suara.com - Portugal harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar, Selasa (7/7/2026).
Gol telat Mikel Merino di masa injury time menjadi penentu tersingkirnya tim yang digadang-gadang sebagai salah satu favorit tersebut.
Kekalahan ini memicu perdebatan panas antara mantan bintang Portugal, Ricardo Quaresma, dan bek andalan tim, Rúben Dias.
Keduanya terlibat adu argumen saat tampil dalam sebuah program televisi di Portugal.
Rúben Dias menilai performa tim sebenarnya menunjukkan perkembangan, terutama saat menghadapi Spanyol.
Dias menyoroti kemampuan Portugal dalam menyeimbangkan penguasaan bola melawan tim yang dikenal dominan.
“Saya rasa ini salah satu permainan terbaik kami melawan Spanyol dalam hal keseimbangan permainan,” ujar Dias dikutip dari O Globo
Namun, Quaresma memiliki pandangan berbeda. Ia menilai kualitas skuad Portugal seharusnya mampu menghasilkan performa yang jauh lebih baik sepanjang turnamen.
“Saya tidak terlalu setuju. Sejak awal hingga sekarang, kalian bisa memberi jauh lebih banyak. Kalian berada di level tertinggi, hampir semuanya pemain terbaik dunia,” tegas Quaresma.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Piala Dunia, Portugal Tersingkir Dramatis oleh Spanyol
Menurutnya, permainan Portugal terlalu monoton dan tidak efektif meski menguasai bola.
Ia mengkritik minimnya penetrasi dan upaya mencetak gol sepanjang pertandingan.
“Kalian terlalu banyak bermain ke belakang dan ke samping. Penguasaan bola tidak memenangkan pertandingan jika tidak ada ancaman ke gawang,” tambahnya.
Menanggapi kritik tersebut, Dias mengakui adanya masalah mendasar dalam tim, terutama soal filosofi permainan.
Dias menyebut Portugal belum memiliki konsep bermain yang sejelas Spanyol.
“Kami punya banyak individu hebat, tapi belum punya konsep permainan yang sama. Tidak mudah menyatukan cara berpikir setiap pemain,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Piala Dunia, Portugal Tersingkir Dramatis oleh Spanyol
-
Piala Dunia 2026: Kepulangan Portugal dan Legacy Ronaldo yang Butuh Puluhan Tahun untuk Menyamai
-
Perang Anglo-Saxon vs Viking: Ujian Mental Juara Inggris Era Tuchel
-
Jude Bellingham Bawa Inggris Pulangkan Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Rumor Justin Bieber Tampil di Final Piala Dunia 2026 Menguat, Momen Baik?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia
-
Oxford United Tak Diundang ke Piala Presiden 2026, Erick Thohir Bantah karena Cedera Ole Romeny
-
Pratama Arhan Ungkap Alasan Gabung Persija Jakarta, Shin Tae-yong Jadi Faktor Kunci
-
Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar
-
Presiden FIFA Ogah Ngaku Telpon dari Donald Trump Soal Kartu Merah Folarin Balogun
-
Kalahkan Portugal, Spanyol Pecahkan Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Persebaya Surabaya Datangkan Bek Tanjung Verde! Gali Freitas 'Disekolahkan' ke Madura United
-
Argentina vs Mesir: Sanggupkah Mohamed Salah Eksploitasi Penyakit 'Sombong' Albiceleste?
-
De la Fuente Puji Kedalaman Skuad Spanyol usai Menang Dramatis atas Portugal
-
Gol Telat Spanyol Singkirkan Portugal, Roberto Martinez Nilai Timnya Cuma Kurang Beruntung