Bola / Bola Dunia
Rabu, 08 Juli 2026 | 19:10 WIB
Kylian Mbappe mendapat julukan "Mobut" dari rekan-rekannya di Timnas Prancis. Simak asal-usul, arti julukan tersebut, dan penjelasan Didier Deschamps. [FIFA]
Baca 10 detik
  • Timnas Prancis berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Maroko di Boston Stadium.
  • Muncul julukan "Mobut" bagi Kylian Mbappe yang berasal dari candaan pemain terkait pengaruh besarnya di dunia sepak bola.
  • Pelatih Didier Deschamps membela kepemimpinan Mbappe dan menegaskan bahwa citra negatif di media sosial tidak mencerminkan kepribadian aslinya.

Suara.com - Suasana di ruang ganti Timnas Prancis tengah dipenuhi semangat setelah Les Bleus memastikan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Di tengah euforia tersebut, muncul momen menarik yang membuat publik penasaran dengan julukan baru sang kapten, Kylian Mbappe.

Prancis akan menghadapi Maroko pada babak perempat final yang digelar di Boston Stadium, Jumat (10/7/2026) pukul 03.00 WIB.

Usai kemenangan yang mengantar Prancis ke delapan besar, para pemain merayakannya dengan berfoto bersama di ruang ganti. Dalam momen itu, Ousmane Dembele terdengar memanggil Mbappe dengan sebutan "Mobut".

Panggilan tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial. Banyak penggemar bertanya-tanya mengenai makna di balik julukan yang disematkan kepada penyerang Real Madrid itu.

Apa Arti Julukan "Mobut"?

Potret Kylian Mbappe saat pertandingan melawan Paraguay (Imagn Images/James Lang)

Julukan "Mobut" ternyata merupakan plesetan dari nama Mobutu Sese Seko, mantan pemimpin Republik Demokratik Kongo yang dikenal sebagai diktator dan memerintah negaranya selama lebih dari tiga dekade.

Panggilan itu berawal dari meme yang belakangan ramai beredar di media sosial.

Dalam meme tersebut, Mbappe digambarkan sebagai sosok yang memiliki pengaruh sangat besar di dunia sepak bola hingga dijuluki "diktator" secara satir.

Narasi yang beredar bahkan menyebut Mbappe seolah memiliki kekuasaan untuk memengaruhi berbagai keputusan di lapangan, termasuk membuat para wasit mengikuti keinginannya.

Baca Juga: Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?

Di sisi lain, sebagian pengkritik menggunakan meme tersebut untuk menyindir besarnya pengaruh Mbappe, baik di level klub maupun bersama Timnas Prancis.

Meski demikian, suasana di internal Les Bleus menunjukkan hal yang berbeda. Julukan tersebut lebih sering digunakan sebagai bahan candaan antarpemain, bukan sebagai bentuk sindiran serius.

Deschamps Bela Mbappe

Terlepas dari berbagai meme yang beredar, performa Mbappe di atas lapangan justru menjadi alasan utama Prancis melaju ke babak perempat final.

Penyerang berusia 27 tahun itu telah mengoleksi tujuh gol dalam lima pertandingan di Piala Dunia 2026 dan menjadi mesin gol utama Les Bleus.

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, juga langsung membela sang kapten dari berbagai narasi yang berkembang di media sosial.

Load More