Bola / Bola Dunia
Rabu, 15 Juli 2026 | 22:05 WIB
Jelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington D.C. diwarnai kritik tajam soal hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presien FIFA, Gianni Infantino. [Instagram Getty Images via BBC]
Baca 10 detik
  • Lembaga FairSquare mendesak Komite Olimpiade Internasional menyelidiki Presiden FIFA Gianni Infantino atas dugaan pelanggaran netralitas politik.
  • Laporan tersebut menuduh Infantino menunjukkan keberpihakan kepada Donald Trump melalui serangkaian tindakan kontroversial dan intervensi kebijakan organisasi.
  • IOC berwenang memberikan sanksi hingga mencabut status keanggotaan Infantino jika terbukti melanggar kode etik dan Piagam Olimpiade.

Suara.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi menerima laporan yang mendesak penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.

Laporan tersebut diajukan oleh lembaga advokasi nirlaba FairSquare.

Organisasi itu menuding Infantino berulang kali melanggar kode etik melalui serangkaian tindakan yang dinilai menunjukkan keberpihakan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Salah satu poin utama dalam laporan tersebut adalah dugaan keterlibatan Infantino dalam penangguhan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.

Folarin Balogun menjelma menjadi salah satu penyerang paling tajam yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. [Instagram Folarin Balogun]

Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.

Namun, ia tetap bisa tampil pada babak 16 besar setelah FIFA menangguhkan hukumannya dengan status masa percobaan selama satu tahun.

Keputusan itu memicu kontroversi karena Donald Trump sebelumnya secara terbuka meminta hukuman Balogun dibatalkan.

Gianni Infantino mengakui sempat menerima panggilan telepon dari Trump terkait kasus tersebut. Meski demikian, ia membantah telah mengintervensi proses hukum di internal FIFA.

Trump sendiri memuji keputusan FIFA dan menyebut kartu merah yang diterima Balogun sebagai keputusan wasit yang keliru.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 dan Keberadaan Spanyol yang Kembali Menjadi Cryptonite bagi Superpowernya Prancis

Infantino menegaskan bahwa Komite Yudisial FIFA mengambil keputusan secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun.

FairSquare Soroti Kedekatan Infantino dengan Donald Trump

FairSquare juga mempertanyakan integritas Infantino sebagai anggota IOC sejak 2020.

Sebagai anggota IOC, Infantino diwajibkan mematuhi Piagam Olimpiade yang melarang pejabat organisasi menunjukkan dukungan politik secara terbuka.

FairSquare mengklaim telah mengumpulkan bukti sedikitnya lima dugaan pelanggaran netralitas politik yang dilakukan Infantino dalam setahun terakhir.

Selain kasus Balogun, laporan itu juga menyoroti dugaan promosi situs penggemar FIFA yang disebut memiliki keterkaitan dengan pengumpulan data untuk entitas politik yang berafiliasi dengan Trump.

Load More