- Thomas Tuchel menegaskan tidak menyesali keputusan taktisnya saat Inggris kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.
- Tuchel menyatakan kegagalan mempertahankan keunggulan disebabkan oleh faktor kelelahan fisik pemain akibat jadwal pertandingan yang sangat padat.
- Inggris kini mengalihkan fokus melawan Prancis demi meraih peringkat ketiga dan memperbaiki rekor buruk turnamen selama 60 tahun terakhir.
Suara.com - Manajer Timnas Inggris Thomas Tuchel menegaskan dirinya sama sekali tidak menyesali keputusan taktis yang diambil saat timnya disingkirkan Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026.
Meski dihujani kritik karena strategi bertahan yang berujung kekalahan 1-2, Tuchel bersikeras seluruh pergantian pemain dilakukan demi kepentingan tim.
Menurut laporan Reuters, pelatih asal Jerman itu menilai kegagalan mempertahankan keunggulan 1-0 lebih disebabkan oleh faktor kelelahan fisik para pemain.
Tuchel Bela Keputusan Taktisnya
Thomas Tuchel menuai kecaman setelah menarik sejumlah pemain menyerang dan menambah pemain bertahan ketika Argentina mulai meningkatkan intensitas serangan.
Namun, ia menegaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan pengalaman dan penilaiannya terhadap situasi pertandingan.
"Jika Anda bertanya apakah saya menyesali keputusan saya, maka saya katakan tidak," ujar Tuchel kepada wartawan, Jumat waktu setempat.
"Saya tidak menyesali keputusan saya karena saya merasa kami saat itu menjadi terlalu pasif," lanjutnya dalam konferensi pers jelang laga melawan Prancis.
Menurut Tuchel, pergantian pemain dilakukan sebagai upaya membantu tim mengamankan kemenangan.
Baca Juga: Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
"Saya akan menyesal jika saya tidak membantu. Saya akan menyesal jika kami tidak bereaksi, tetapi saya tidak menyesali keputusan itu sendiri," tegas mantan pelatih Chelsea tersebut.
Kelelahan Jadi Penyebab Utama
Tuchel juga menyoroti kondisi fisik anak asuhnya yang dinilai sudah terkuras setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat.
Ia menyebut laga melawan Meksiko di dataran tinggi serta duel sengit kontra Norwegia di tengah cuaca panas Miami menguras stamina Harry Kane dan kawan-kawan.
Baginya, menilai pergantian pemain hanya dari sisi ofensif atau defensif merupakan pandangan yang terlalu sederhana.
"Tidak ada yang tahu hasil dari setiap pergantian pemain lainnya atau perubahan lainnya," ujarnya.
Berita Terkait
-
Momen Slavko Vincic Menangis Haru usai Terpilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026
-
Deschamps Tegaskan Prancis Tak Akan Main-main Hadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia
-
Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok
-
Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
-
Kematian Dokter PPDS di Siak Masih Misteri, 4 Orang Diperiksa
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?