Piala Asia 2027 Mundur Hampir Setahun, China dan Timnas Indonesia Dapat Berkah

Rabu, 04 November 2026 | 16:35 WIB
Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand lewat adu penalti. (Antara)
BACA 10 DETIK
  • Konfederasi Sepak Bola Asia resmi menunda Piala Asia 2027 di Arab Saudi menjadi akhir 2027 atau awal 2028 akibat situasi Timur Tengah yang belum stabil.
  • Publik China menyambut penundaan turnamen ini sebagai kesempatan berharga bagi pelatih Shao Jiayi untuk memperbaiki performa dan strategi tim nasional.
  • Suporter Timnas Indonesia menilai tambahan waktu tersebut bermanfaat bagi pelatih John Herdman untuk mematangkan skuad serta memulihkan pemain yang cedera.

Suara.com - Penundaan Piala Asia 2027 hingga akhir 2027 atau awal 2028 disambut positif oleh publik China dan Indonesia.

Di tengah kekecewaan sejumlah negara peserta, kedua tim melihat perubahan jadwal ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki performa dan mematangkan persiapan.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 3 November 2026 mengumumkan Piala Asia 2027 di Arab Saudi ditunda dari Januari-Februari 2027 menjadi akhir 2027 hingga awal 2028.

Keputusan tersebut diambil karena situasi di Timur Tengah yang belum stabil.

Perubahan jadwal itu membuat persiapan sejumlah tim harus disesuaikan. Namun, China dan Timnas Indonesia menilai tambahan waktu dapat menjadi keuntungan tersendiri.

Logo Piala Asia 2027 (dok. AFC)

China Punya Waktu untuk Berbenah

Media China, Oriental Sports, menyebut penundaan tersebut sebagai “kesempatan langka dan berharga” bagi pelatih Shao Jiayi untuk membenahi tim nasional.

Timnas China sebelumnya mencatat hasil mengecewakan dalam turnamen persahabatan di Chongqing pada awal Oktober.

Setelah menang atas Maladewa, mereka kalah dari Selandia Baru, Palestina, dan Tajikistan, serta kebobolan total sembilan gol dalam empat pertandingan.

China bahkan gagal mencetak gol dalam tiga kekalahan beruntun. Hasil itu memperlihatkan sejumlah persoalan dalam organisasi permainan, taktik, dan pertahanan mereka.

Menurut Oriental Sports, dua laga persahabatan melawan Malaysia dan Bahrain pada November semula menjadi kesempatan terakhir Shao Jiayi untuk menentukan komposisi skuad Piala Asia.

Dengan mundurnya turnamen, sang pelatih kini memiliki waktu lebih panjang untuk menguji taktik, memantau pemain, dan membangun kekompakan tim.

Beijing Youth Daily juga menilai penundaan memberi China waktu untuk memperbaiki kekurangan.

Jurnalis Sports Daily, Ma Dexing, menyebut tambahan waktu dapat membantu Shao membangun sistem permainan yang lebih stabil sekaligus memberi ruang bagi pemain kelahiran 2003-2004 untuk berkembang.

Hadiah Buat Timnas Indonesia

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com