Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Terjang Skuad Persija Jakarta

Minggu, 08 November 2026 | 09:50 WIB
Badai flu dan rumput JIS jadi sorotan Shin Tae-yong usai kemenangan tipis Persija atas Persebaya.
BACA 10 DETIK
  • Sejumlah pemain dan pelatih Shin Tae-yong terserang flu jelang laga Persija versus Persebaya.

  • Ivan Mamut mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Persija pada menit ke-90.

  • STY mengkritik kualitas rumput JIS dan meminta pengelola segera melakukan perbaikan.

Suara.com - Wabah flu mendadak melumpuhkan separuh kekuatan Persija Jakarta jelang duel sengit kontra Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super League 2026/2027.

Kondisi darurat ini memaksa juru taktik Shin Tae-yong memutar otak karena harus kehilangan tiga hingga empat pilar utamanya akibat terserang penyakit.

Situasi kian pelik lantaran sang pelatih kepala sendiri sempat tumbang dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebelum pertandingan dimulai.

"Pemain kami ada sekitar tiga hingga empat orang yang mengalami flu," kata Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong dalam konferensi pers usai laga melawan Persebaya di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu.

Deretan pemain kunci seperti Radovan Pankov dan Victor Dethan terpaksa absen berlatih berhari-hari dan baru sempat mencicipi sesi latihan sehari jelang pertandingan.

Nasib serupa juga menimpa penyerang haus gol Alexander Jeremejeff yang sama sekali belum bisa merumput ataupun mengikuti sesi latihan bersama tim.

Absennya para tumpuan ini membuat lini depan Macan Kemayoran pincang parah dan memaksa penyerang Ivan Mamut untuk berjuang penuh sepanjang pertandingan.

Meski tampil dalam kondisi fisik yang belum optimal, Mamut secara dramatis sukses memecah kebuntuan lewat gol penentu kemenangan pada menit ke-90.

Gol tunggal tersebut memastikan tiga poin penuh bagi Persija sekaligus menutup laga ketat kontra Bajul Ijo dengan skor tipis 1-0.

Di balik euforia kemenangan dramatis tersebut, Shin Tae-yong justru melontarkan kritik pedas terhadap buruknya kondisi rumput Jakarta International Stadium.

Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, kualitas lapangan yang buruk sangat merusak aliran bola dan menghambat penampilan maksimal para penggawanya di lapangan.

Ia menilai striker sekelas Ivan Mamut seharusnya bisa menunjukkan performa jauh lebih gemilang seandainya didukung oleh kondisi fasilitas lapangan yang ideal.

"Ya, mungkin lapangan bagus baru pemain-pemain juga bisa menampilkan yang terbaik untuk memberikan hiburan kepada para penggemar," katanya.

Menatap laga kandang berikutnya, pelatih yang akrab disapa STY itu secara terbuka memohon pihak pengelola segera berbenah membenahi kualitas rumput stadion.

Ia berharap perbaikan infrastruktur ini bisa segera dilakukan agar Macan Kemayoran mampu menyuguhkan tontonan sepak bola yang lebih atraktif bagi suporter.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com