Bri / News
Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:24 WIB
UMKM tercabaikan berkembang bersama BRI [Suara.com/BRI]
Baca 10 detik
  • Tercabaikan, jenama kuliner lokal di Kota Kembang, sukses memodernisasi kudapan tradisional berbahan aci melalui inovasi rasa.
  • Pemiliknya, Inggra DP, mendirikan bisnis ini pada 2017 setelah terinspirasi melihat antrean baso aci di Garut.
  • Inggra memperkuat bisnisnya melalui pelatihan digital gratis dari LinkUMKM BRI sejak dikenalkan pada tahun 2020.

Suara.com - Kreativitas kuliner di Kota Kembang kembali melahirkan fenomena bisnis yang inspiratif. Adalah Tercabaikan, jenama kuliner lokal yang sukses menyulap kudapan tradisional berbahan dasar tepung aci menjadi hidangan kekinian yang diminati pasar luas.

Melalui sentuhan inovasi rasa dan pemanfaatan ekosistem digital perbankan, usaha ini berhasil membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap relevan di tengah dinamika selera zaman.

Tercabaikan menawarkan lini produk yang sangat beragam, mulai dari Baso Aci, Cimol Bojot, Cireng Kuah, hingga menu berat seperti Mie Kocok, Kupat Tahu, dan Mie Ayam.

Kekuatan utama jenama ini terletak pada keberanian mengeksplorasi rasa, seperti menghadirkan kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil, hingga baso aci dengan kuah keju, seblak, maupun soto yang kaya rempah.

Keberhasilan Tercabaikan tidak lepas dari jeli melihat peluang yang dilakukan oleh sang pemilik, Inggra DP. Ide bisnis ini muncul saat ia berkunjung ke Garut dan melihat antusiasme masyarakat yang rela mengantre sejak subuh demi semangkuk baso aci.

Pengalaman tersebut mendorongnya untuk berhenti dari pekerjaan tetap dan mulai meracik resep baso acinya sendiri di rumah.

“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Dari rasa penasaran melihat toko baso aci yang sangat ramai di Garut, saya mencoba membuat versi sendiri dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” ungkap Ingra.

Momentum besar terjadi pada tahun 2017 saat Ingra menyajikan baso aci buatannya dalam acara syukuran pernikahannya.

Respons positif dari keluarga dan tetangga menjadi titik balik di mana pesanan sistem pre-order mulai mengalir, yang kemudian menjadi fondasi berdirinya brand Tercabaikan hingga saat ini.

Baca Juga: Pulih dari Cedera, Catur Pamungkas Siap Kembali Bela Persebaya Surabaya

Perjalanan Ingra membangun bisnis tentu tidak tanpa hambatan. Pada fase awal, ia harus menangani seluruh proses operasional secara mandiri, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pemasaran. Namun, kesadaran akan pentingnya adaptasi teknologi mendorongnya untuk merambah kanal digital.

Saat ini, Tercabaikan telah memaksimalkan berbagai platform digital seperti situs web, marketplace, media sosial, hingga WhatsApp Business.

Integrasi dengan layanan pesan antar daring juga menjadi kunci utama dalam menjangkau pelanggan secara lebih efisien di era ekonomi digital.

Peran Strategis LinkUMKM BRI dalam Penguatan Kapasitas

Guna memperkuat fundamental bisnisnya, Ingra aktif mengikuti berbagai pelatihan yang disediakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui platform LinkUMKM.

Pelatihan yang diselenggarakan di Rumah BUMN Bandung menjadi sarana penting baginya untuk memperdalam strategi bisnis, termasuk mengadopsi teknologi terbaru.

Load More