Tembus Rp12 Triliun, BRI Wujudkan Mimpi 83 Ribu Keluarga Punya Rumah Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB
Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]
BACA 10 DETIK
  • BRI menyalurkan KPP Rp12 triliun bagi 83.210 debitur dan 25.030 unit FLPP hingga 8 September 2026.
  • BRI mengadakan sosialisasi di Gelanggang Jakarta Timur pada 10 September dengan menyalurkan dana Rp427,5 miliar bagi 1.619 debitur.
  • Menteri Maruarar Sirait memuji pelayanan BRI yang cepat, bersih dari pungli, serta efektif dalam mengeksekusi program perumahan.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor penyediaan tempat tinggal.

Hingga 8 September 2026, bank pelat merah ini menorehkan prestasi gemilang dengan keberhasilannya menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp12 triliun, yang telah membuka jalan bagi 83.210 debitur untuk memiliki hunian.

Sebagai mitra andalan pemerintah, BRI juga menunjukkan progres yang sangat positif dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Tercatat, sebanyak 25.030 unit rumah telah terealisasi, menjadikannya langkah mantap perusahaan untuk mencapai target komitmen 60.000 unit rumah sepanjang tahun ini.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bentuk dedikasi perseroan untuk terus memperkuat perannya dalam menyukseskan "Program 3 Juta Rumah". BRI secara konsisten terus merajut sinergi yang solid bersama pemerintah dan para pengembang properti.

Dedikasi tersebut diwujudkan BRI melalui langkah jemput bola, salah satunya dengan menggelar sosialisasi program pembiayaan perumahan (KPP dan FLPP) di Gelanggang Jakarta Timur pada Kamis (10/9) lalu. Melalui pendekatan proaktif ini, BRI berhasil mencatatkan penyaluran dana sebesar Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur.

Luar biasanya, dukungan BRI tidak hanya berfokus pada konsumen akhir, tetapi dirancang untuk menghidupkan seluruh rantai ekosistem perumahan. Dari total penyaluran pada acara tersebut, sebesar Rp242,5 miliar dialokasikan untuk memperkuat sisi pasokan (supply) kepada 110 debitur.

Dana ini menjadi urat nadi bagi 29 pengembang (Rp73,6 miliar), 23 toko bahan bangunan (Rp39,8 miliar), serta 58 kontraktor perumahan (Rp129,1 miliar). Sementara itu, untuk sisi permintaan (demand), BRI menggelontorkan Rp185 miliar yang langsung menyentuh 1.509 debitur UMKM.

Aris menjelaskan, inisiatif jemput bola ini merupakan strategi esensial BRI untuk mengakselerasi inklusi pembiayaan perumahan.

"Langkah ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam membangun ekosistem perumahan yang tangguh dan berkelanjutan. Kami ingin masyarakat semakin teredukasi dan mudah mengakses pembiayaan rumah terjangkau yang difasilitasi oleh pemerintah melalui BRI," tuturnya.

Kinerja impresif dan layanan prima BRI ini pun menuai pujian tinggi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. Ia mengapresiasi integritas dan kecepatan BRI dalam mengeksekusi kebijakan pro-rakyat dari Presiden Prabowo, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas tanpa hambatan.

Menteri Maruarar secara khusus menyoroti kualitas pelayanan BRI di lapangan yang dinilai sangat memuaskan. “Saya pastikan pelaksanaannya di BRI sangat cepat. Apakah ada pungli? Tidak ada. Apakah masyarakat dipersulit? Tidak ada. BRI benar-benar telah membuktikan kapasitasnya sebagai perpanjangan tangan negara yang mampu menuntaskan misi ini dengan sangat efektif, efisien, dan produktif,” puji Maruarar.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com