Bukan Cuma Modal, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Beri Kejutan Bagi UMKM

Senin, 21 September 2026 | 11:29 WIB
BRI dan PNM dukung ekosistem Holding Ultra Mikro (UMi) [BRI]
BACA 10 DETIK
  • Holding UMi BRI, Pegadaian, dan PNM mendanai usaha perajin Asra di Aceh sejak 2020.
  • Asra menerima pelatihan manajerial dan teknis pembuatan sulam untuk meningkatkan skala produksinya.
  • Ekspansi bisnis tersebut berhasil membuka kesempatan kerja baru dan menggerakkan ekonomi warga desa.

Suara.com - Pembangunan fondasi ekonomi kerakyatan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya intervensi akses pembiayaan yang menyentuh hingga ke lapisan paling dasar atau grassroots.

Keterbatasan modal usaha kerap menjadi dinding penghalang utama bagi para pelaku usaha skala ultra mikro di berbagai pelosok daerah untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Menjawab tantangan tersebut, kehadiran Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan kekuatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), terus membuktikan efektivitasnya dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi perdesaan secara konkret dan berkelanjutan.

Dampak nyata dari sinergi ekosistem keuangan ini terefleksikan dengan sempurna pada perjalanan bisnis Asra, perajin sulam manik-manik kasab asal Kuala Baru, Aceh.

Usaha yang awalnya dikelola dalam skala sangat kecil dan hanya melayani pesanan masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, kini telah berevolusi menjadi sentra produksi kerajinan berskala regional.

Hasil sulam manik-manik kasab buatan tangan Asra saat ini telah berhasil menembus berbagai pasar potensial dan didistribusikan secara luas ke berbagai wilayah di seluruh Provinsi Aceh.

Fase ekspansi bisnis Asra dimulai secara agresif ketika ia memutuskan bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar pada tahun 2020 guna mendapatkan fasilitas tambahan modal kerja.

Saluran pembiayaan tersebut secara taktis dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan siklus produksi yang semakin padat, termasuk mengamankan pembelian bahan baku berkualitas dalam kuantitas yang jauh lebih besar.

Dengan ketersediaan struktur modal yang lebih memadai dan stabil, Asra memiliki keberanian untuk meningkatkan kapasitas produksi hariannya serta mengakomodasi masuknya volume pesanan yang lebih masif dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, tambahan modal tersebut membantu saya untuk tetap menjalankan usahadan memenuhi kebutuhan produksi,” ujar Asra.

Menariknya, instrumen dukungan dari ekosistem Holding UMi ini tidak berhenti pada injeksi likuiditas semata. Asra juga mendapatkan program pendampingan komprehensif berupa pelatihan intensif mengenai pengelolaan benang kasab yang diselenggarakan di Kuala Baru.

Modul pelatihan tersebut secara efektif berhasil menambah wawasan teknis serta menajamkan keterampilannya dalam mengelola aspek manajerial usaha kerajinan agar lebih efisien dan bernilai jual tinggi.

Seiring dengan meningkatnya volume kapasitas produksi, efek pengganda ekonomi (multiplier effect) turut dirasakan langsung oleh ekosistem masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Asra kini mampu membuka kesempatan kerja baru, sehingga warga desa lainnya dapat ikut memperoleh tambahan penghasilan yang layak dari rangkaian kegiatan produksi sulam manik-manik kasab.

Usaha yang mulanya dibangun secara mandiri untuk membantu memenuhi kebutuhan finansial keluarga, kini telah menjelma menjadi motor penggerak yang memberikan manfaat ekonomi makro bagi lingkungan yang lebih luas.

Menanggapi keberhasilan ekosistem ini, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa filosofi pemberdayaan merupakan pilar esensial dalam membangun ketahanan ekosistem ultra mikro jangka panjang.

Sejak dibentuk secara resmi pada tahun 2021, Holding UMi dirancang secara khusus untuk memperluas instrumen layanan keuangan bagi segmen ultra mikro melalui fasilitas yang menggabungkan pembiayaan, simpanan, transaksi digital, hingga pendampingan usaha berkelanjutan.

“Melalui Holding Ultra Mikro, kami ingin memastikan bahwa akses keuangan menjadi pintumasuk menuju pemberdayaan yang lebih luas. Pelaku usaha seperti Ibu Asra menunjukkanbahwa ketika akses pembiayaan dipadukan dengan pendampingan dan semangat untukterus berkembang, usaha ultra mikro dapat memberikan manfaat yang jauh melampauipemilik usahanya sendiri,” jelas Dhanny.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com