/
Minggu, 07 Agustus 2022 | 08:58 WIB
Dalam proses penyisiran saat bersih-bersih gunung, 150 karung sampah dari atas gunung dan jalur pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (bbtn_gn_gedepangrango)

SuaraCianjur.id - Miris melihat relawan dan masyarakat menurunkan sekitar 150 karung sampah dari tempat kemping hingga jalur pendakian.

Lebih miris lagi, relawan dan masyarakat setempat juga banyak menemukan celana dalam bekas pakai.

Entah siapa yang tega menjadikan kawasan pendakian Gunung Pangrango di Cianjur ini menjadi tempat sampah, namun faktanya 150 karung terisi penuh.

Dalam proses penyisiran saat bersih-bersih gunung, 150 karung sampah dari atas gunung dan jalur pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur, Jawa Barat yang dibuang dan dibiarkan pendaki yang tidak bertanggung jawab.

Mau tak mau, sampah-sampah itu diturunkan Sukarelawan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur.

Humas TNGGP Cianjur, Agus Deni mengatakan operasi bersih kembali akan dilakukan bersama setelah penutupan jalur tanggal 14 sampai 24 Agustus 2022 melibatkan berbagai kalangan, termasuk petugas dan sukarelawan yang selama ini bertugas di pintu masuk pendakian.

"Sukarelawan dan petugas berhasil menurunkan 500 kilogram sampah berbagai jenis saat melakukan operasi kebersihan (opsih) yang diadakan sebelum dilakukan penutupan jalur pendakian. Sebagian besar sampah yang dikumpulkan jenis plastik bekas bungkus mie instan," katanya.

TNGPP, kata Agus Deni, mengimbau agar pendaki tidak meninggalkan sampah apapun jenisnya, termasuk celana dalam yang masih banyak ditemukan karena aturan mewajibkan mereka untuk menjaga kebersihan dan keindahan taman nasional dengan cara tidak meninggalkan sampah sekecil apapun.

Sukarelawan TNGGP Cianjur, Niko Rastagil, mengatakan opsih yang dilakukan selama satu hari itu digelar bersama warga, petugas, sukarelawan GPO dan organisasi pencinta alam di Cianjur, berhasil membawa turun sampah sebanyak 150 karung yang setelah ditimbang seberat 500 kilogram.

Baca Juga: Indonesia Tidak Jadi Keluar dari AFF, Ketum PSSI Siapkan Cara Membalas Vietnam dan Thailand

"Gabungan sukarelawan melakukan penyisiran mulai dari puncak gunung hingga pintu masuk pendakian. Kita terbagi menjadi beberapa kelompok, sehingga dapat maksimal dalam memunguti sampah yang disisakan pendaki," katanya.

Hingga saat ini, tingkat kesadaran pendaki terutama pemula sangat rendah karena masih meninggalkan sampah mulai dari jalur pendakian hingga puncak gunung dan alun-alun Suryakancana yang di gunakan untuk mendirikan tenda sebelum menuju puncak.

"Berbagai peringatan sudah diberikan saat pendaki melapor di pintu masuk pendakian agar mematuhi semua aturan yang berlaku. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga kebersihan dan keindahan alam yang selalu kita kunjungi, jangan tinggalkan sampah saat mendaki," demikian Niko Rastagil. [Antara]

Load More