Suara.com - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia per Mei 2022 tinggal USD 406,3 miliar atau turun USD 3,8 miliar. Penurunan juga terjadi pada sisa utang Indonesia ke China sebagai salah satu negara pemberi utang terbesar. Di samping China utang Indonesia juga menumpuk di Singapura dan Jepang. Total utang luar negeri Indonesia tersebut mengalami kontraksi 2,6% year-on-year (yoy).
Pada Mei lalu, tercatat total utang Indonesia ke China adalah sebesar USD 21,77 miliar atau Rp326,7 triliun. Jumlah ini turun sekitar Rp2,9 triliun dari bulan-bulan sebelumnya. Dari total jumlah tersebut, utang sektor pemerintahan sebesar USD 1,58 miliar sementara utang sektor swasta mengambil porsi lebih besar yakni USD 20,19 miliar.
Jika ditilik kembali per negara, utang Indonesia mayoritas memang dilaporkan menurun, termasuk di Singapura dan Jepang, dan Amerika Serikat. Hanya di Hong Kong utang tersebut mengalami kenaikan.
Di Singapura misalnya utang mengalami penurunan tiga bulan berturut-turut. Utang di Jepang juga turun dua kali berturut-turut. Sementara itu utang di Amerika Serikat yang pernah melonjak sekarang juga turun USD 43 juta menjadi tersisa USD 34,86 miliar.
Proyek Kereta Cepat
Utang Indonesia ke China tak bisa dilepaskan dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. China Development Bank (CDB) yang terlibat dalam pendanaan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung baru saja mewanti-wanti pemerintah Indonesia untuk menutup pembengkakan biaya pembangunan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Catatan terbaru menunjukkan proyek kereta cepat diperkirakan bisa mengalami pembengkakan biaya USD 1,17 – USD 1,9 miliar jika pembangunannya selesai pada November 2022 mendatang.
Dengan pembengkakan biaya itu, total gelontoran dana yang semula hanya berada di kisaran USD 5,5 miliar bisa membengkak hingga USD 7,9 miliar. Padahal semula kereta cepat ditargetkan bisa selesai hanya dengan anggaran USD 5,5 miliar.
Anggaran pertama ini adalah estimasi jika pembangunan kereta cepat rampung pada 2019. Sementara biaya terakhir adalah estimasi jika proyek tersebut selesai pada 2022.
Baca Juga: Sampah Antariksa China Jatuh di Barat Daya Indonesia
Proyek yang tak kunjung selesai itu sebelumnya juga dua kali mengalami pembengkakan biaya sepanjang 2020 – 2021 yakni menjadi USD 5,8 miliar dan USD 6,07 miliar.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Warga Sanggau Temukan Benda Asing Diduga Serpihan Roket China di Kebun Sawit
-
Anggota BEJ48 Ini Dikabarkan Merekam Temannya saat Tengah Mandi
-
NASA Kritik China atas Jatuhnya Roket di Samudra Hindia
-
Terungkap! Benda Asing yang Melintasi Langit Sumsel Ternyata Sampah Antariksa China
-
Sampah Antariksa China Jatuh di Barat Daya Indonesia
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran