SuaraCianjur.Id,- Fashion menjadi salah satu sektor industri dengan dinamika yang sangat cepat, karena produk baru terus bermunculan. Namun belakangan ini masyarakat semakin minat dengan metode thrift.
Thrift memiliki arti metode belanja barang bekas dan memilih produk di toko barang bekas.
Metode ini semakin digemari masyarakat dan menjadi salah satu industri baru yang justru menarik untuk diperhatikan.
Thrift artinya adalah berbagai produk bekas yang ditawarkan dengan harga jauh di bawah produk baru, dengan kondisi barang yang masih baik.
Barang-barang yang masuk dalam industri thrifting kemudian semakin popular, karena produk yang beredar di pasar barang bekas justru merupakan produk-produk berkualitas yang sudah langka di pasaran.
Menariknya dari metode ini adalah harga yang ditawarkan begitu murah dan tidak jarang produk yang dijual benar-benar merupakan edisi langka. Justri ini membuat nilai produk tersebut, di tangan yang tepat bisa menjadi sangat tinggi sehingga thrift sendiri menjadi satu industri yang cukup besar.
Sebenarnya industri thrift sendiri sudah ada sejak lama, hanya saja belakangan popularitasnya menanjak karena ditemukan banyak produk dengan nilai tinggi hingga menjadi buruan masyarakat.
aktivitas ini juga memiliki beberapa keuntungan lain seperti:
1. Mengurangi konsumsi fesyen dalam lingkup tertentu. Jelas, dengan membeli barang bekas maka limbah mode secara berkala dapat dikurangi.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Sukabumi, Pantai, Gua, sampai Kawah
2. Lebih murah. Harga yang ditawarkan pada produk di thrift shop alias toko barang bekas lebih murah dibandingkan dengan produk barunya.
3. Pengalaman 'berburu' barang yang menarik. Hal yang tidak kalah menarik dari barang-barang bernilai di thrift shop sendiri adalah pengalaman pencarian yang didapatkan oleh pegiat industri ini. Baik dari bal yang berasal luar negeri atau langsung terjun ke pasar, pengalamannya cukup seru dan menantang.
4. Mendapatkan produk unik dan langka. Karena merupakan barang-barang bekas yang telah berusia cukup lama, tak jarang ditemukan barang yang unik dan langka yang membuat nilai barang tersebut semakin tinggi.
Kecermatan dan kejelian diperlukan dalam animo industri thrift, masyarakat wajib memiliki insting kuat saat memilih dan memilah barang berkualitas baik. Akan ada keseruan tersendiri saat bergelut dengan metode thrifting.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub