SuaraCianjur.com - Secara tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan tidak ada baku tembak di rumah dinad Kadiv Propam Polri. Dia mengatakan, yang ada adalah korban Brigadir J ditembak.
Atas dasar itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka. Bahkan diduga jika anak buahnya itu sebagai dalang pembunuhan Brigadir J.
Jika Irjen Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka, lalu bagaimana status istri Fredy Sambo, Putri Chandrawathi?
Dalam keterangan pers yang digelar Mabes Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak menyebut motif Brigadir J dihabisi anak buah Irjen Ferdy Sambo.
Namun, titik terang terkait motif pembunuhan Brigadir J diungkap orang dalam Istana, di mana disinggung soal masalah sensitif.
Dalam keterangan yang dibuat Listyo Sigit Prabowo, Brigadir J ditembak Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.
Namun, pihak pengacara Brigadir J tak percaya sepenuhnya jika hanya Bharada E yang mengeksekusi korban.
Belakangan tentang motif Ferdy Sambo memerintahkan eksekusi di tempat Brigadir J mulai terungkap.
Orang dalam Istana, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkap mengapa Brigadir J harus dihabisi saat itu juga.
Baca Juga: Jadwal Lokasi Samsat Keliling Kabupaten Cianjur Hari Ini Rabu 10 Agustus 2022
Mahfud MD mengatakan motif penembakan terhadap Brigadir J atau Nopriansah Yosua Hutabarat, motif penembakan hanya boleh didengar oleh orang dewasa.
"Soal bukti itu, biar dikonstruksi hukumnya. Karena itu sensitif hanya boleh didengar oleh orang dewasa," ujar Mahfud dalam jumpa pers yang disiarkan dari Youtube Kemenko Polhukam, Selasa (9/8/2022).
Kekinian Polri sudah menetapkan 4 tersangka, termasuk Irjen Ferdy Sambo.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sejauh ini sudah memeriksa 31 aparat kepolisian terkait kasus pelanggaran etik.
Mahfud menuturkan jika ada bukti pelanggaran etik yakni menghilangkan barang bukti, nantinya akan dikenakan unsur pidana.
"Kalau ditemukan pelanggaran etiknya berhimpitan dengan pidana, misalnya sengaja mencopot CCTV untuk hilangnya jejak dan alat bukti, itu bisa ke pidana juga," jelasnya.
Berita Terkait
-
Jika Terbukti Staf Ahli Bantu Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J Perintah Kapolri Langsung Proses
-
Ada Hukuman Setimpal Menanti Ferdy Sambo Serta 2 Anak Buahnya yang Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Skenario Ferdy Sambo Pakai Senjata Brigadir J Tembak Dinding Seolah Terjadi Tembak Menembak
-
Kapolri Tegaskan Tidak Ada Tembak Menembak Itu Skenario Ferdy Sambo
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pakar Beberkan Rahasia Merek Bertahan Puluhan Tahun di Tengah Persaingan Ketat
-
Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan
-
Nekat Tampil Usai Cedera, Pebalap Muda Indonesia Siap 'Siksa' Honda NSF250R di Sirkuit Sepang
-
Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas
-
4 Shio yang Paling Beruntung pada 1 Agustus 2026, Hoki Diprediksi Meningkat
-
Petaka Keluarga Inugami: Kisah Perebutan Warisan yang Mengungkap Rahasia Gelap
-
CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026
-
Pemerintah Jamin Tak Bakal 'Ngakalin' Putusan MK soal Anggaran MBG
-
Staf Diduga Bocorkan Informasi Perkara, KPK Gandeng Polri untuk Penanganan
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet