/
Senin, 15 Agustus 2022 | 10:43 WIB
Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

SuaraCianjur.Id,- Episode kasus penembakan Brigadir J yang didalangi oleh Irjen Pol Ferdy Sambo tampaknya masih panjang. Terkini ramai dugaan kalau Ferdy Sambo mengucurkan dana besar-besaran kepada berbagai pihak, demi memuluskan skenario palsu yang dibuatnya soal kematian Brigadir J

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso mengaku mendapatkan bocoran informasi soal dugaan tersebut.

"Jadi saya dapat informasi, ada pengucuran dana besar-besaran. Untuk cipta kondisi, pada skenario FS (Ferdy Sambo) itu diterima semua pihak," ujar Sugeng sebagaimana dilansir Suara.com, Senin (15/8/2022).

Salah satu bukti penyuapan itu adalah adanya pengakuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Saroso telah mengungkapkan sebelumnya, kalau Ferdy telah berupaya melakukan penyogokan ke lembaganya, dengan dua amplop tebal yang diduga berisi uang.

Menurut Hasto, Ferdy Sambo nekat menyogok LPSK demi meloloskan permohonan perlindungan yang diajukan istrinya, Putri Candrawathi.

Hasto memastikan kalau dua amplop yang diduga berisi uang yang tidak diketahui jumlahnya tersebut langsung ditolak dan dikembalikan.  "Jadi memang ada operasi sebar dana," kata Sugeng.

IPW juga mendapat informasi ada dana yang mengalir ke DPR. Hanya saja informasi tersebut belum dapat dipastikan karena masih dugaan.

"Satu ke DPR, ini ada informasi DPR juga mendapatkan. Menjadi pertanyaan seperti Pak Mahfud, Apakah DPR itu dapat guyuran dana? Ini pertanyaan ya, bukan tuduhan. Kenapa DPR diam? Apakah mendapat guyuran dana?" kata dia.

Baca Juga: Hasil Tes Kejiwaan Penghina Ibu Negara Iriana Keluar, Polisi Lanjutkan Gelar Perkara

Adanya bagi-bagi uang oleh Ferdy Sambo disebut IPW harus menjadi catatan penting bagi Tim Khusus Polri. Terlebih melakukan pendalaman kepada 31 polisi yang melanggar etik karena diduga terlibat dalam skenario palsu Ferdy Sambo. Apalagi ungkapan dari Bharada E soal janji yang akan diberikan uang sebasar Rp1 miliar.

"Mereka yang terlibat, 31 orang ini harus ditanya. Apakah menerima duit enggak? Kan Bharada E sudah ngomongkan Rp1 miliar, iya kan," ujarnya.

Sumber: Suara.com

Load More