SuaraCianjur.id- Persib Bandung dijatuhi sanksi denda oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat ilah dari oknum suporter yang menyalakan flare, ketika laga kontra PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, (19/8) pekan lalu.
Salinan keputusan itu menyebut kalau Persib Bandung dianggap melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2018, karena menyalakan flare dalam jumlah yang cukup banyak. Itu dilakukan oleh oknum bobotoh yang berada di tribun Barat sisi Utara.
Persib Bandung harus terkena denda sebesar Rp200 juta berdasarkan Pas 70 Ayat satu, Ayat empat, dan Lampiran satu Nomor lima Kode Disiplin PSSI Tahun 2018.
"Pengulangan terhadap pelanggaran terkait akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat," begitu bunyi keputusan Komdis PSSI tertanggal 24 Agustus 2022.
Dengan sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI,maka ini adalah kedua kalinya Persib melakukan pelanggaran Kode Disiplin serupa, yaitu menyalakan flare oleh oknum suporter.
Persib Bandung juga sudah didenda Rp200 juta ketika melawan Bhayangkara FC di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Kabupaten Bekasi (24/7).
Jika ditotal maka Persib sudah terken denda sebesar Rp400 juta akibat ulah oknum bobotoh yang tidak dewasa.
Panitia Pelaksana PSS Sleman menyesalkan, tindakan beberapa suporter Persib Bandung karena menyalakan flare saat menjadi tamu di Sleman. Pihaknya mengaku telah mengamankan sejumlah flare dari setiap tangan suporter ketika akan masuk ke dalam Stadion Maguwohajro.
Mereka pun tak mengerti bahkan tidak mengetahui bagaimana oknum suporter bisa menyelundupkan flare ke dalam stadion.
Baca Juga: Waktu 3 Hari, Deadline Bagi Ferdy Sambo untuk Ajukan Banding Sidang Etik, Setelah Itu
"Untuk penyitaan sendiri kami dari Panpel tentu sudah melakukan. Ada belasan flare yang juga berhasil kami sita. Namun, pada akhirnya kami tidak tahu bagaimana mereka bisa memasukkan flare ke dalam stadion," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Baldur's Gate 2 Remake Diprediksi dalam Pengembangan, Bangkitkan Nostalgia
-
Xiaomi 17T Series Resmi Dijual Mulai 6 Juni, Ini Spesifikasi dan Harganya
-
Terpopuler: CR-V Bekas Tahun ke Tahun, MPV Baru Suzuki Setara Voxy
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Taktik Penyadapan FBI Guncang Sejarah Kriminal AS, Fokus Utama Dokumenter Fear City di Netflix
-
Spesifikasi Honda CR-V dan Harga Bekas Tahun ke Tahun, Begini Plus Minusnya Menurut Pakar
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Modus Beli Nasi Padang, Komplotan Maling Gondol Motor Pegawai Warung di Cilincing
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026