/
Rabu, 07 September 2022 | 09:05 WIB
Tersangka pembunuhan berencana Putri Candrawathi saat menjalani proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa / Tangkapan Layar POLRI TV)

"Tidak ada CCTV di rumah Magelang," kata Andi di Jakarta, Sabtu (3/9) kemarin.

Sementara itu Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu juga telah mengatakan ada beberapa kejanggalan, soal kasus pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi di Magelang.

Edwin menyebut setelah dugaan pelecehan seksual itu terjadi, ada percakapan antara Putri dengan Bripka RR yang menanyakan keberadaan Brigadir J

“Jadi agak aneh orang yang melakukan kekerasan seksual tapi korban masih tanya di mana Joshua,” kata Edwin.

Selain itu ada kejanggalan terakhir menurut Edwin, yakni masih ada pertemuan antara Brigadir J dengan Putri di Magelang usai terjadi peristiwa pelecehan seksual. Pertemuan keduanya sangat terasa kejanggalannya.

Edwin menyangsikan jika peristiwa pelecehan seksual itu benar-benar terjadi.

"Kemudian Yosua dihadapkan ke ibu PC hari itu di tanggal 7 di Magelang itu di kamar dan itu kan juga aneh. Seorang korban mau bertemu dengan pelaku kekerasan seksualnya apalagi misalnya pemerkosaan atau pencabulan," kata dia.

Sumber: Suara.com

Baca Juga: Asyik! Kata Menaker BSU 2022 akan Ditransfer Hari Jumat Pekan Ini ke Karyawan

Load More