/
Selasa, 06 September 2022 | 16:39 WIB
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi (baju putih) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022) malam

SuaraCianjur.id- Polri mengungkapkan hasil sementara pemeriksaan lie detector atau uji kebohongan terhadap tersangka Bharada E alias Richard Eliezer, Brigadir RR alias Ricky Rizal, dan KM alias Kuat Maruf.

"Barusan saya dapat hasil sementara uji polygraph terhadap RE, RR dan KM, hasilnya 'No Deception Indicated' alias jujur," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Selasa (6/9/2022).

Andi menjelaskan pemeriksaan dengan alat uji kebohongan dilakukan memperkaya alat bukti dalam petunjuk kasus pembunuhan berencana terhadap Brigdir J.

Dirinya juga menyebut, penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan uji kebohongan terhadap tersangka Putri Candrawathi dan Susi.

Adapun pemeriksaan itu berlangsung di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, yang di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu untuk Ferdy Sambo akan dilaksanakan pada hari Rabu (7/9/2022) besok.

"FS akan dilaksanakan (pemeriksaan dengan lie detector) hari Kamis lusa. Karena besok jadwal FS diperiksa di Dittipidsiber," ungkapnya.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto sebelumnya menjelaskan soal munculnya dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi oleh Brigadir J. Hal itu diduga terjadi saat berada di Magelang, Jawa Tengah.

Bahkan tak hanya itu, isu tentang perselingkuhan antara Kuat Maruf dengan Putri pun disebutkan masih belum ada bukti secara konkrit.

Baca Juga: Perjalanan KA Siliwangi Cianjur Terhenti Sementara Akibat Air Genangi Lintasan

Peristiwa diklaim oleh Putri dan Ferdy Sambo itu tidak langsung dilaporkan ke pihak kepolisian sesaat setelah kejadian, dan hal ini sangat disayangkan.

Padahal jika dilaporkan penyidik bisa langsung melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP dan mengumpulkan barang buktinya.

"Sayangnya mereka tidak melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian (Polres). Sehingga ada olah TKP dan pengambilan bukti-bukti terkait kejadian tersebut," kata Agus kepada wartawan, Senin (5/9) kemarin.

Bahkan bila benar itu terjadi hanyalah mereka dan tuhan yang mengetahuinya.

"Saya pernah ungkapkan yang tahu hanya Allah, PC dan almarhum J yang tahu secara pastinya" kata dia.

"Kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT. Kebenaran duniawi tentunya didasari atas keterangan saksi-saksi dan bukti," lanjutnya.

Sementara itu, soal isu perselingkuhan antara Putri dan Kuat Maruf, Agus menilai sangat kecil kemungkinan. Sebab merujuk keterangan beberapa saksi, Kuat kembali bekerja seminggu setelah dua tahun tidak bekerja akibat pandemic Covid-19.

"Kalau isu dengan kuat kok jauh ya, karena Kuat baru seminggu masuk setelah hampir dua tahun karena pendemi Covid-19 (yang bersangkutan kena covid). Hal ini terkonfirmasi saksi-saksi lainnya," jelasnya.

Sumber: Suara.com

Load More