SuaraCianjur.id- Menkopolhukam Mahfud MD meminta agar kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan santri di Pesantren Modern Darussalam di Gontor, berninsial AM agar ditangani sesuai dengan prosedur.
Menurut Mahfud MD dugaan kasus tersebut biar diselesaikan dengan proses hukum yang berlaku.
"Biar saja, ada proses hukumnya," kata Mahfud MD, di Kota Bandung, Rabu (7/9/2022).
Menurutnya saat ini penanganan kasus tersebut sedang berjalan, termasuk proses hukumnya pun berjalan sesuai aturan yang ada.
"Gak apa-apa kan ada hukumnya, ya kan Gontor sudah bicara tunduk pada proses hukum," terang Mahfud MD.
Seperti yang diketahui, santri berinisal AM tewas di Pondok Pesantren Modern Darussalam di Gontor. Kabar tersebut kemudian mencuat dan menjadi viral di media sosial, setelah ibunya menangis sambil mengadu ke pengacara kondangan Hotman Paris.
Ibunya menduga jika anaknya meninggal karena dianiaya.
Soimah menjelaskan, pada tanggal 22 Agustus sekitar pukul 6.45 WIB anaknya berinisial AM meninggal dunia, namun dirinya baru mendapatkan kabar tersebut tiga jam berikutnya, atau tepatnya pada pukul 10.00 WIB.
Soimah menduga putranya tewas karena dianiaya, hanya saja Soimah belum melpaorkan ke kepolisian karena bersangkutan dengan lembaga besar.
Baca Juga: Jawaban KSAD TNI Soal Hubungan Tidak Harmonis dengan Panglima Andika
Ibunya juga menyebut ada kejanggalan pada tubuh jenazah anaknya saat dimakamkan. Terdapat darah yang keluar dari kain kafannya, sehingga harus diganti.Pergantian kain kafan tersebut dilakukan sebanyak dua kali.
Mencuatnya dugaan kasus kekerasan yang terjadi, pihak dari Ponpes Gontor menyampaikan permintaan dan menyesalkan atas terjadinya peristiwa tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025
-
Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral
-
Daftar Lengkap 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Lamine Yamal Lewati Messi
-
Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras