SuaraCianjur.id- Ada dua penyakit hati yang lebih berbahaya dari pada penyakit fisik. Bahkan bisa menyebabkan penyakit Kanker.
Menurut dr.Zaidul Akbar penyakit hati lebih berbahaya dari penyakit fisik dan ini tanpa disadari oleh seseorang akan menimbulkan penyakit yang cukup membahayakan.
“Semakin hari semakin saya menyadari dan mempelajari bahwa penyakit yang jauh lebih berbahaya dari penyakit fisik adalah penyakit hati atau qolbu,” kata dr. Zaidul Akbar mengutip dari postingan Instagramnya @zaidulakbar, Kamis (8/9/2022).
Kata dr. Zaidul Akbar jika hati seseorang tekah bermasalah maka semua akan ikut bermasalah juga. Namun sangat disayangkan kalau banyak orang yang belum menyadari hal ini.
Bahkan penaykit qolbu dianggap oleh sebagian orang haya sebatas seperti masalah sakit fisik.
“Penyakit hati hasan dan penyakit hati dendam ini merupakan dua biang keroknya sebagai sebagian besar penyakit fisik, seperti kanker, tumor, autoimun, dan lainnya,” terang dr. Zaidul Akbar.
Menurut dr.Zaidul Akbar, hasada merupakan sifat iri dan dengki. Seseorang tidak merasa senang kepada apapun yang menjadi kelebihan dan yang dimiliki orang lain.
Tidak hanya iri dan dengki kepada hal yang sifatnya materialistik seperti kekayaan atau benda, hal ini bisa mengarah terhadap fisik, hubungan atau hubungan percintaan orang lain, bahkan sosial.
Sedangkan dendam adalah amarah yang kuat dalam diri seseorang, disertai dengan keinginan untuk membalas apa yang sudah diperbuat orang lain kepadanya.
Kata dr. Zaidul Akbar kalau dalam Islam standar untuk bersikap adalah agam, sedangkan standar untuk kehidupan itu diletakan pada akhirat dan bukan duniawi.
Bila terus menyimpan kecurigaan yang tidak berdasar atau terus menyimpan dendam dan kebencian, akan merubah penyakit hati menjadi penyakit fisik yang menyeramkan.
Tapi kita bisa memaafkan dan membuang emosi tersebut, hingga jiwa bisa lebih bahagia. Sebab akan ada akhirat yang kekal dan menyerahkan semua kepada Allah SWT yang mengetahui segalanya.
“Jadi maafkanlah dan ikhlaskanlah agar jiwa tak menderita sehingga tumor pun sirna,” kata dr. Zaidul Akbar.
Kontributor: Hisyam Irsyaad
Berita Terkait
-
Tips Kesehatan dari Sisik Ikan Ternyata Kata dr.Zaidul Akbar Punya Manfaat Baik untuk Tubuh, Jangan Dibuang
-
Tips Kesehatan Pria, Makan Buah Ini Kata dr.Zaidul Akbar Bisa Tingkatkan Keperkasaan di Atas Ranjang, Bijinya Bikin Tokcer!
-
Tips Kesehatan Buat Perokok Aktif dan Pasif Makan Jenis Buah Ini Kata dr.Zaidul Akbar Supaya Paru-Paru Sehat
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
BBM B50 Dinilai Bisa Menjadi Ujian Berat Bagi Daya Tahan Mesin Diesel
-
Hati-hati! Samsung Ancam Hapus Data Kesehatan Anda Jika Menolak Pelatihan AI
-
Bukan Emas Biasa, KPK Ajak Ahli Antam dan Pegadaian Cek 55 Kg Platinum Bupati Langkat
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Barcelona Jadi Tim Penyumbang Pemain Terbanyak
-
Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak
-
Skandal KUR Fiktif BNI Rp41 M, Kepala Cabang Iming-imingi Petani Dapat Bansos Agar Serahkan KTP-KK
-
10 Mobil Terlaris Semester 1 2026: Suzuki Carry Semakin di Depan
-
Review Worst Neighbor Ever: Dokumenter yang Cuma Mengeksploitasi Tragedi
-
Drama China Fated Hearts: Dua Musuh Bekerja Sama dalam Satu Misi
-
Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?