SuaraCianjur.id- Dua unit rumah warga yang terletak di Kampung Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, rusak berat terkena longsor panca hujan deras, Minggu (11/8) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB.
Kedua rumah yang terkena dampak longsor itu milik warga bernama Ika dan Budi Salim.
Menurut Sekretaris BPBD Cianjur Rudi Wibowo, mengatakan pihaknya akan segera mendatangi lokasi longsor setelah mendapat laporan dari warga.
"Ada dua rumah yang terdampak, pertam rumah panggung milik ibu Ika rusak berat dan rumah semi permanen milik pak Budi rusak sedang," tutur Rudi, Senin (12/9/2022).
Rumah milik Ika sendiri mengalami rusak parah, hingga mengakibatkan dinding bagian samping dan tengah rumahnya jebol, akibat material longsor.
"Untuk saat ini rumahnya sudah tidak bisa dihuni karena rusak parah, jadi sementara korban kita evakuasi dulu ke rumah warga terdekat," jelas Rudi.
Sementara itu, rumah semi permanen milik Budi mengalami kerusakan di bagian dapur. Kategorinya pun rusak ringan. "Bagian atap dapurnya ambruk, jadi bagian dapur saja yang rusak,” kata dia.
Bukan hanya di Kampung Gunung Padang saja, Rudi menuturkan kejadian longsor juga terjadi di Kampung Wajah, Desa Karyamukti.
"Jadi ada juga longsor di Kampung Ciwangun RT 03 RW 08, Kampung Cipangulaan RT 01 RW 07 dan Kampung Cipangulaan RT 02 RW 07," bebernya.
Baca Juga: Aksi Seorang Pria 22 Tahun di Cianjur Loncat dari Lantai 3 Tempat Hiburan, Nyawa Melayang
Sementara itu, di wilayah lainnya turut terjadi situasi angin kencang akibat cuaca buruk, yang turut merusak dua unit rumah warga yang berada di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Rumah warga rusak akibat tertimpa pohon besar. Kejadian ini terjadi pada hari Minggu (11/9) kemarin.
Pohon menimpa rumah milik Ade Jaenudin hingga rusak. Kejadian ini terjadi di Kampung Kebon Kalapa dan rumah milik Barnas yang terletak di Kampung Asirun.
Sekertaris Desa Tanjungsari Yayan Sukaryan menjelaskan, pohon tersebut tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang, yang terjadi sekitar pukul 17.00 Wib.
"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena pemilik rumah sempat menyelamatkan diri," ujar Yayan, Senin (12/9/2022).
Pihak desa menurut Yayan, segera melakukan pendataan dan pengecekan lokasi setelah mendapat laporan warga atas insiden tersebut.
"Pihak desa sudah pengecekan kelokasi dan saat ini pemilik rumah kami evakuasi dulu sementara untuk tinggal di rumah saudaranya yang tidak jauh," terang Yayan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik