/
Senin, 12 September 2022 | 17:48 WIB
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik (Foto Ilustrasi / Dok Suara.com/Yaumal)

SuaraCianjur.id- Ramainya soal identitas yang diduga sebagai otak pembunuhan aktivis HAM Munir, Ketua Komisioner Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik merespons klaim yang diungkap Bjorka itu.

Menurut Taufan, Tim Ad Hoc penyelidikan penetapan pelanggaran HAM berat pembunuhan Munir, sudah diputuskan akan bekerja sesuai dengan dasar data dan fakta yang sesuai. Dirinya mengatakan, tidak ada urusan dengan apapun yang sedang dibahas di media sosial.

"Saya enggak ada urusan dengan dunia maya. Kami enggak bergerak dari situ, bergerak dari fakta-fakta," tegas Taufan kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (12/9/2022) mengutip dari Suara.com.

Taufan menjelaskan dalam penyelidikan Tim Ad Hoc soal kematian Munir merujuk pada Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM.

"Kalau Tim Ad Hoc berikan HAM berat untuk isu tertentu, dalam hal ini kasus Munir, sudah dibentuk. Maka apa tugasnya? melakukan penyelidikan. Dengan cara apa? Mengumpulkan bukti-bukti, memanggil orang untuk dimintai keterangan," terang Taufan.

Perlu diketahui, dalam sidang paripuran Komnas HAM telah membantuk Tim Ad Hoc penyelidikan kasus pembunuhan Munir, sebagai pelanggaran HAM Berat.

Tim tersebut terdiri dari lima orang anggota, ada dua orang yakni Ahmad Taufan dan Sandrayati Moniaga dari internal Komnas HAM.

"Telah membentuk Tim Ad Hoc untuk penyelidikan pelanggaran HAM yang berat untuk peristiwa pembunuhan Munir Said Thalib, dengan menunjuk dua orang komisioner mewakili internal Komnas HAM yaitu saya sendiri Ahmad Taufan Damanik dan Ibu Sandrayati Moniaga," Taufan saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (7/9) lalu.

Sementara itu, dari pihak eksternal ada nama Direktur Eksekutif Amnnesty Internasional Indonesia (AII), Usman Hamid. Namun belakangan Usman Hamid menolak menjadi anggota Tim Ad Hoc.

Baca Juga: Aksi Seorang Pria 22 Tahun di Cianjur Loncat dari Lantai 3 Tempat Hiburan, Nyawa Melayang

Seperti yang diketahui, kalau hacker yang atas nama Bjorka itu, memposting kepada publik soal sosok yang diduga sebagai otak pembunuhan Munir. Bahkan tak hanya itu, Bjorka juga mengklaim telah membocorkan dokumen milik Presiden Jokowi dan BIN termasuk menyenggol beberapa tokoh nasional lainnya.

Sumber: Suara.com 

Load More