/
Selasa, 13 September 2022 | 15:34 WIB
Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas (Foto Istimewa / Suara.com / Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

SuaraCianjur.id- Untuk mengatasi serangan siber dan peretas dari orang yang menggunakan nama Bjorka, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akan bergabung dengan tim khusus bersama Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Tim Siber Polri sudah masuk tim terpadu bersama BIN dan BSSN," ucap Kadivhumas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, di Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Beberapa hari belakangan ini publik sedang dibuat heboh oleh karena bocornya dokumen pribadi milik beberapa pejabat tinggi negara.

Bjorkan juga melakukan pembocoran data terkait dengan beberapa instansi milik pemerintah.

Menurut Dedi, Polri masih menunggu laporan dari pihak yang merasa dirugikan. Hanya saja hingga kini, Polri belum menerima laporan soal kebocoran data tersebut.

"Sampai dengan hari ini belum ada laporan ke Bareskrim," ungkap Dedi.

Kendati demikian , upaya untuk menindak lanjuti serangan siber tersebut, Polri telah bergabung dengan timsus bentukan pihak pemerintah.

Timsus ini dibentuk dalam rapat internal yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam rapat tersebut juga dihadiri Kepala BSSN Hinsa Siburian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, pada hari Senin (12/9) kemarin di Istana Kepresidenan.

Rapat internal tersebut digelar selang beberapa hari setelah diduga terjadi kebocoran surat dan dokumen untuk Presiden Jokowi di internet.

Baca Juga: Belum Kebagian BSU 2022 di Tahap Pertama, Jangan Khawatir Tahap Kedua Segera Dicarikan, Kapan Jadwalnya?

Bjorka mengaku dan mengklaim sukses membocorkan dokumen-dokumen milik Presiden Jokowi. Tak hanya itu, ulah Bjorka juga mengklaim turut membocorkan surat rahasia dari BIN.

Kemudian hal ini menjadi viral di media sosial Twitter bernama "DarkTracer: DarkWeb Criminal Intelligence" yang mengunggah tangkapan layar dari Bjorka, bahwa surat dan dokumen untuk Presiden Indonesia, termasuk surat dari BIN berlabel rahasia, telah bocor.

Tapi kemudian hal tersebut dibantah oleh pihak Istana Negara yang mengatakan, tidak ada kebocoran seperti yang dimaksud oleh Bjorka.

Sejauh in pihak Istana Negara mengklaim tidak ada sistem elektronik yang terganggu, dari ulah Bjorka tersebut.

Load More