/
Rabu, 14 September 2022 | 13:27 WIB
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J ; Ferdy Sambo ; Putri Candrawathi (Foto Istimewa - Suara.com/Alfian Winnato)

SuaraCianjur.id- Pengakuan dari pengacara Bripka RR, Erman Umar mengatakan kalau sejuamlah ajudan dari mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo disebutkan memiliki rekening gendut.

Yang mengejutkannya adalah uang dalam rekening tersebut diduga bukan milik mereka secara pribadi.

Erman Umar menjelaskan, uang yang berada dalam rekening Bripka RR pun ada dugaan disebut-sebut dikuasai oleh istri Sambo yakni Putri Candrawathi. Menurutnya Putri meminjam sejumlah nama dari mantan ajudannya untuk membuka rekening di bank.

"Kalau masalah rekening saya dengar itu bukan rekening pribadi masing-masing, itu dalam rangka kedinasan. Misalnya untuk Si RR itu untuk rumah tangga yang di Magelang, kebutuhan rumah tangga di Magelang," ungkap Erman di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/9/2022) mengutip dari Suara.com

Erman menerangkan rekening atas kliennya tersebut sudah dibuat oleh Putri dari tahun 2021. Tapi uang yang terdapat dalam rekening tersebut, tidak pernah digunakan untuk memenuhi kepentingan dari Bripka RR.

“Tapi yang berhak melempar duit itu kan Bu PC kan, bukan mereka (ajudan) jadi namanya saja,” ucapnya.

Diketahui jumlah uang yang tersimpan dalam rekening atas nama Bripka RR yang dibuat oleh Putri ada saldo sebanyak Rp300 juta.

Erman menyebut kalau uang tersebut dipakai untuk kehidupan sehari-hari anak Putri dan Ferdy Sambo yang bersekolah di Magelang, Jawa Tengah.

"Pokoknya rausan, Rp 300 juta," ungkap Erman.

Baca Juga: Tips Kesehatan dr.Zaidul Akbar Jangan Pelihara Sifat Pelit dan Kikir Karena Bisa Jadi Kanker Dalam Tubuh, Kok Bisa Yah?

Menurut Erman, bukan hanya Bripka RR melainkan korban dari penembakan kasus ini, yakni Brigadir J pun sama deikian.

Putri Candrawathi turut membuka rekening atas nama BrigadirJ, kabarnya digunakan untuk keperluan keluarga Ferdy Sambo di Jakarta.

"Kalau (rekening atas nama) Yosua untuk kebutuhan rumah tangga yang di Jakarta kali ya, rumah Saguling, rumah Duren Tiga. Yang berhak melempar duit itu Ibu PC. Bukan mereka, jadi namanya aja," ungkap Erman.

Sumber:Suara.com

Load More