/
Senin, 19 September 2022 | 10:28 WIB
Prose persidangan kode etik terhadap tersangka Irjen Pol Ferdy Sambo (Foto Istimewa - YouTube/Polri TV Radio)

SuaraCianjur.id- Sidang bandung putusan pemecatan Ferdy Sambo di sidang kode etik, tidak dihadiri oleh pelanggar.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, menjelaskan, Ferdy Sambo tidak hadir ataupun pendampingnya.

“Sidang nantinya hanya dihadiri perangkat Komisi Banding dan Sekretariat Rowabprof Divpropam Polri,” kata Dedi, di Jakarta, Senin (19/9/2022).

Biro Pengawasan Profesi Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, mengagendakan sidang bandung utnuk Ferdy Sambo pada hari Senin (19/9/2022) ini pukul 10.00 WIB. Jenderal bitnang tiga langsung memimpin jalannya sidang bandung kali ini.

Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 75 ayat (1) Peraturan Polri Nomor 7/2022 tentang Kode etik Profesi dan Komisi Etik Polri. Adapun mekanisme pelaksanaan sidang komisi banding diatur dalam pasal 79 Perpol Nomor 7/2022, di mana menyatakan KKEP Banding memeriksa dan meneliti berkas banding meliputi, pertama pemeriksaan pendahuluan, kedua persangkaan dan penuntutan, ketiga nota pembelaan, keempat putusan Sidang KKEP dan kelima memori Banding.

Dedi juga menjelaskan, sidang bandung ini menyusun pertimbangan hukum dan amar putusan serta pembacaan putusan KKEP Banding oleh ketua KKEP Banding.

“Berkas untuk banding sudah diterima dan dipelajari perangkat komisi banding, sehingga saat sidang banding menyampaikan pertimbangan masing-masing, penyiapan amar putusan dan pembacaan putusan,” terang Dedi.

Sesuai dengan Perpol Nomor 7/2022 pasal 81 ayat (2), bahwa penyampaian putusan Sidang KKEP Banding dilaksanakan Sekretariat KKEP dalam jangka waktu paling lama tiga hari kerja setelah diputuskan.

Menurutnya dari informasi awal yang diperoleh putusan atas sidang bandung dari Sambo bakal diputuskan pada hari yang sama.

Baca Juga: Resep dr.Zaidul Akbar Mengolah Telur Secara Sehat dan Baik Bagi Tubuh saat Dimakan, Begini Caranya

“(Putusan) Hari ini juga infonya dari Propam,” terangnya.

Ferdy Sambo adalah dalang dari kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Tak hanya itu dirinya juga turut menjadi tersangka dalam kasus menghalangi penyidikan.

Ferdy Sambo menjalani sidang etik pada hari Kamis (25/8) lalu, dan dalam keputusan sidang etik tersebut, Sambo dipecat dari kepolisian dan dia menyatakan banding, sesuai haknya sebagaimana diatur dalam pasal 69 Perpol Nomor 7/2022.

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Hutabarat atau Brigadir J dijerat pasal berlapis, yaitu padal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55 dan pasal 56 KUHP ancaman hukuman maksimal mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Ia juga tersangka kasus menghalangi penegakan hukum pada penyidikan kasus Brigadir J dijerat pasal 49 juncto pasal 33 dan/atau pasal 48 Ayat (1) juncto pasal 32 ayat (1) UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 221 ayat (1) ke-2 dan/atau 233 KUHP juncto pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP.

Load More