SuaraCianjur.id- Pengacara untuk keluarga dari almarhum Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap rasa kekecewaan dari keluarga Brigadir J.
Alasan kekecewaan mereka bukan tanpa dasar. Karena menurut mereka hingga kini kasus kematian Brigadir J belum juga tuntas.
Bukan hanya dirsakan oleh Kamaruddin dan pihak keluarga Brigadir J saja, kasus pembunuhan berencana yang didalangi oleh Ferdy Sambo ini masih membuat publik bertanya-tanya, apa sebenarnya pemicu yang ada dibalik kasus ini
Bahkan Kamaruddin menyebut kalau pihak keluarga Brigadir sudah lelah. Alasannya karena, bagi keluarga Brigadir J kasus ini masih belum ada perkembangan yang sesat terutama berkembangnya isu-isu yang mencuat, dan bahkan dianggap hanya berputar-putar saja.
Kamaruddin mengatakan, pihak keluarga Yosua akan berhenti meneruskan kasus yang membuat anak mereka menjadi korban. Dan haya fokus terhadap pihak-pihak yang telah dilaporkan.
"'Saya sudah lelah, sudahlah, toh, tidak bisa mengembalikan anak saya'," ucap Kamaruddin seraya mengikuti pernyataan dari keluarga Brigadir J, mengutip dari tayangan Youtube Uya Kuya, Sabtu (17/9/2022).
Keletihan pihak keluarga telah menghabiskan banyak waktu untuk memberi keterangan, terhadap dengan kasus ini.
"Sudahlah sampai di sini saja'," ucap keluarga Brigadir J, yang disampaikan lagi oleh Kamaruddin.
Kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini sudah berjalan hampir 3 bulan lamanya. Tapi sampai sekarang menurut mereka, hanya memunculkan drama.
Sementara itu seperti yang diketahui, Jaksa Agung Muda Tidak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung sudah menerima pelimpahan berkas perkara pembunuhan berencana Brigadir J.
Kejaksaan Agung telah menerima berkas kelima tersangka yakni Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi, pada hari Rabu (14/9) kemarin.
Tag
Berita Terkait
-
Kebenaran Si Cantik Dinikahi Ferdy Sambo Bikin Putri Naik Pitam, Sampai Kuasa Hukum Brigadir J Konfirmasi ke Petinggi Polri
-
Sudah 2 Bulan Putri Candrawathi Belum Ditahan, Kuasa Hukum Brigadir J Curiga Lebih Bahaya dari Ferdy Sambo
-
Isu Pelecehan Seksual Bisa Bikin Gentar, Publik Kawal Kasus Brigadir J, Penasihat Kapolri: Jika Tidak Masuk Angin
-
Terancam Hukuman Mati di Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Masih Berupaya Melawan dengan Cara Ini
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati