Suara.com - Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono menyatakan dukungan penuh terhadap pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027.
Agus Jabo menilai pidato Presiden menjadi penegasan arah baru pembangunan nasional yang kembali berpijak kepada cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, amanat Pasal 33 UUD 1945 dan prinsip Ekonomi Pancasila.
Menurut Agus Jabo, pidato Presiden Prabowo menunjukkan bahwa negara berdaulat untuk mengatur dan mengelola perekonomian demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan menyerahkan seluruh mekanisme ekonomi kepada pasar bebas.
“Pidato Presiden Prabowo adalah penegasan bahwa APBN bukan sekadar angka-angka keuangan negara, tetapi alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat fondasi ekonomi nasional, dan memastikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Ini sejalan dengan cita-cita Pasal 33 UUD 1945,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Agus Jabo menegaskan bahwa konsep ekonomi yang dibangun pemerintahan Prabowo merupakan wujud nyata Ekonomi Pancasila, yakni ekonomi yang dikelola secara gotong royong oleh negara, swasta, dan rakyat dengan tujuan utama keadilan sosial.
“Negara harus memegang peran strategis dalam cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak. Namun di saat yang sama, swasta dan rakyat juga diberi ruang untuk tumbuh dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Inilah semangat ekonomi Indonesia yang sesungguhnya,” katanya.
Ia menjelaskan, arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo mencerminkan prinsip-prinsip utama ekonomi dalam UUD 1945. Pertama, ekonomi yang religius dan memperkuat persatuan nasional, yakni pembangunan ekonomi yang tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga menjunjung nilai moral, gotong royong, dan persaudaraan kebangsaan.
Kedua, ekonomi yang menjunjung tinggi kemanusiaan, yaitu pembangunan yang memastikan rakyat kecil memperoleh akses terhadap pangan, pekerjaan yang layak, pendidikan dan kesehatan.
Ketiga, ekonomi yang berpihak pada kepentingan nasional. Agus Jabo menyebut pemerintah saat ini menunjukkan keberpihakan pada kedaulatan pangan, energi, industrialisasi nasional, dan penguatan produksi dalam negeri sebagai fondasi kemandirian bangsa.
Baca Juga: Isi Pidato Presiden Prabowo Hari Ini di DPR RI, Bongkar Kebocoran Anggaran Rp14.000 Triliun
Keempat, ekonomi yang egaliter dan kerakyatan. Menurutnya, pembangunan harus memastikan kekayaan nasional tidak hanya dinikmati segelintir elite, melainkan membuka ruang sebesar-besarnya bagi petani, nelayan, buruh, UMKM, dan pelaku ekonomi rakyat untuk berkembang.
“Ekonomi Indonesia tidak boleh dikuasai asing dan oligarki. Kekayaan alam harus dipergunakan untuk sebesar-sebesarnya kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Kelima, ekonomi yang berkeadilan sosial, yakni pembangunan yang mengurangi ketimpangan dan memastikan seluruh rakyat di wilayah Indonesia memperoleh manfaat pembangunan secara merata.
Agus Jabo juga menilai langkah Presiden Prabowo yang menempatkan ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi rakyat sebagai prioritas APBN merupakan langkah strategis untuk memperkokoh fondasi kebangkitan nasional di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian.
“Di tengah krisis dunia, Indonesia membutuhkan negara yang kuat, pemerintah yang berpihak kepada rakyat, dan ekonomi nasional yang berdiri di atas kaki sendiri. Presiden Prabowo sedang mengarahkan Indonesia menuju jalan itu,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keadilan sosial harus menjadi tujuan akhir seluruh kebijakan negara. Karena itu, APBN dan seluruh instrumen fiskal negara harus diarahkan untuk mengurangi kesenjangan sosial, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Indonesia.
“Dengan semangat Persatuan Nasional, Indonesia akan bangkit menjadi negara besar, berdikari, adil dan makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” tutup Agus Jabo. ***
Tag
Berita Terkait
-
Isi Pidato Presiden Prabowo Hari Ini di DPR RI, Bongkar Kebocoran Anggaran Rp14.000 Triliun
-
Prabowo Sebut Sawit-Batu Bara Bikin Cuan RI
-
Puan Maharani Senyum-senyum Usai Prabowo Puji dan Terima Kasih ke PDIP di Paripurna
-
Prabowo Tanya ke Bos Parpol Hingga Ormas, Kenapa Penduduk Miskin RI Bertambah?
-
Heboh Pernyataan Prabowo 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar', Strategi Tenangkan Warga atau Gaslighting?
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
TAUD Minta Hakim Praperadilan Nyatakan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke POM TNI Tak Sah!
-
Prabowo Persilakan DPR hingga Kepala Daerah Cek Dapur MBG: Temuan Penyimpangan Langsung Ditindak
-
Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat
-
Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan
-
Anggaran MBG Dipangkas, JPPI Minta Dana Pendidikan Fokus untuk Sekolah Rusak dan Guru
-
Medan Cukup Menantang, Ditjen Imigrasi Usul Buka Kantor di Toraja Utara
-
Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM
-
Menlu Sugiono: Penangkapan 9 WNI Misi Gaza oleh Israel Adalah Pelanggaran Kemanusiaan
-
Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati saat Masih 'Luntang-Lantung'
-
Duka Mendalam saat Teroris Tembaki Masjid San Diego, Bocah Selamat Ungkap Detik-Detik Mencekam