SuaraCianjur.id- Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin meminta kepada majelsi hakim persidangan untuk membebaskan dirinya dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum dalam kasus dugaan suap BPK.
Ade Yasin menyebut dari saksi yang dihadirkan oleh jaksa selama persidangan, tidak ada yang menyebutkan kalau dirinya memberikan titah untuk menyuap kepada auditor BPK Jabar.
Ade Yasin menyampaikan itu dalam agenda pembelaan atau pleidoi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap laporan keuangan tahun 2021, di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Senin (19/9/2022) kemarin.
"Saya memohon agar saya dibebaskan dari segala macam tuduhan dan tuntutan," kata Ade Yasin kepada majelis hakim persidangan.
Ade Yasin menghadiri persidangan secara daring, mengungkapkan dirinya sangat kecewa atas proses hukum yang saat ini tengah dijalaninya.
"Jika melihat perkara ini secara objektif sampai detik ini sudah 39 saksi dihadirkan, sudah dua saksi ahli, dan bahkan beberapa terdakwa tidak ada satupun mengatakan saya terlibat tidak ada instruksi," ungkap Ade Yasin.
Dirinya pun meminta kepada majelis hakim agar bisa mengambil keputusan yang objektif, dengan pertimbangan berdasarkan fakta dalam persidangan yang dianggapnya tidak ada satu pun mengarahkan jika Ade Yasin menyuap auditor.
DIrinya meminta keadilan dari kasus yang tak pernah dibuatnya tersebut.
"Saya hanya ingin meminta keadilan bahwa saya tidak pernah melakukan hal seperti yang didakwakan," kata Ade.
Baca Juga: Dipanggil Timnas Indonesia Lawan Curacao, Tiga Pemain Persib Senang Bisa Kembali Bela Negara
Sementara itu, Kuasa Hukum Ade Yasin yakni Dinalara Butar Butar, meyakini jika kliennya tidak bersalah dalam kasus yang menjeratnya ini. Dirinya optimis kalau majelis hakim bisa membeaskan Ade Yasin dari segala tuntutan jaksa.
"Kami optimis dengan majelis akan memutus bebas Ade Yasin, karena majelis pasti memutus berdasar dua alat bukti sah. Dakwaan JPU dalam tuntutan tidak ada alat bukti yang memperlihatkan bu Ade bersalah," terangnya.
Ketua majelis hakim Hera Kartiningsih mengimbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persidangan, untuk mengabaikan apabila terdapat oknum yang mengatasnamakan pengadilan dan majelis hakim.
"Tolong apabila ada oknum mengatasnamakan pengadilan Negeri Bandung khususnya dari majelis tolong diabaikan," imbaunya.
Dalam putusan sidang kasus dugaan suap laporan keuangan Pemkab Bogor tahun 2021 akan dibacakan pada hari Jumat 23 September 2022 mendatang.
Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memberikan tuntutan kepada Ade Yasin dengan kurungan tiga tahun penjara. Selain itu,
JPU KPK juga turut menuntut kepada Ade Yasin dengan pidana denda sebesar Rp100 juta subsidair enam bulan kurungan.
"Menyatakan terdakwa Ade Yasin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang tindak pidana korupsi sebagaimana dakwana alternatif pertama. Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara 3 tahun, denda Rp100 juta subsidair 6 bulan kurungan," ujar JPU KPK.
Tak hanya itu, JPU KPK juga menjatuhkan tuntutan pidana tambahan kepada terdakwa Ade Yasin berupa pencabutan hak memilih dan dipilih selama lima tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Inggris vs Argentina: Semifinal yang Lebih dari Sekadar Sepak Bola
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Satgas PKH Tetap 'Ngegas' Amankan Hutan
-
Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang
-
Jeruk Makan Jeruk? Yusril Ingatkan Jaksa Patuhi Aturan di Perkara Febrie Adriansyah
-
Fakta Baru Kasus Little Aresha, Terungkap Bukti Foto Anak Diikat di Daycare Sudah Sejak 2022
-
Jangan Asal Beli! 5 HP Gaming Rp2 Jutaan yang Paling Worth It
-
4 Tips Mengatasi Sepatu Putih yang Menguning, Cukup Pakai Bahan Ini Bisa Kinclong Lagi
-
Duel Skuat Rp16 Triliun: Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Mendikdasmen Larang Perpeloncoan di MPLS 2026, Simak Pesan Lengkap Abdul Muti