/
Rabu, 21 September 2022 | 10:00 WIB
Komjen (Purn) Susno Duadji (Foto Istimewa/ Dok. Pribadi Facebook)

“Yang mengaku menembak ada, mayat yang mati ada, identitasnya jelas, senjata yang digunakan menembak juga ada. Segala macam ada, lah apa susahnya? Tingkat Polsek saja bisa menyidik ini dan cepat, tapi kenapa jadi sulit," ungkap Susno.

Dirinya menilai, kalau kasus ini berlarut-larut karena mungkin saja ada pihak-pihak yang mencoba untuk merekayasa.

"Dikacaukan semua, dan banyak orang terbohongi, kena prank. Buktinya DPR terkecoh, Kapolri terkecoh dan banyak pejabat Polisi terkecoh. Bukan lagi prank sudah di atasnya. Uya Kuya sebagai artis kalah," beber Susno.

"Mestinya dari awal Kapolri cepat mengambil tindakan diberhentikan dari jabatan, dicopot dari jabatan, apa pecat, gak lama ini," lanjutnya.

Namun demikian, Susno Duaji mengatakan kalau penyidikan untuk kasus pembunuhan berencana ini sudah ada pada koridor dan jalan yang tepat, hanya perlu pengawasan saja.

"Tinggal diawasai jangan sampai lalai karena sudah banyak bukti, nanti lamban menyelesaikannya habis masa tahanannya. Itu yang perlu diawasi," kata Susno.

Susno menyarankan supaya Kapolri bisa melakukan fungsi pengawasan secara lebih ketat agar kasus ini bisa tertangani dengan baik dan selesai tepat waktu.

"Kalau saya jadi gak polri, gak lama, karena kapolri kan enak merintah aja. Ini dua minggu lagi harusnya sudah selesai, karena mengembalikan berkas yang kurang diminta oleh jaksa. Kekurangannya dilengkapi dong, tapi tidak perlu jauh-jauh sampai ke Magelang, dan tidak perlu juga pakai lie detector segala macam. Bikin ribut aja," kata Susno.

Baca Juga: Konsep dr.Zaidul Akbar Sembuhkan Sakit Sendi Tanpa Obat Kimia, Cukup Makan Buah Ini Masalah Teratasi

Load More