/
Selasa, 27 September 2022 | 15:00 WIB
Harry Maguire, Nick Pope - Timnas Inggris (Foto Istimewa / Suara/com / Ben Stansall / AFP)

SuaraCianjur.id- Soal keputusan pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate memanggil Harry Maguire, di kompetisi UEFA Nations League 2022, menjadi buah bibir kalangan publik.

Bahkan bisa jadi akibat hal itu, akan menjadi pembahasan yang cukup panjang. Apalagi penampilan Harry Maguire dalam pertandingan pekan keenam Grup A saat melawan Jerman, Selasa (27/9/2022) dinilai tidak sesuai harapan.

Inggris kini berada di dasar klasemen Grup A, bahkan bisa jadi negara tersebut akan turun kasta.

Bermain di depan pendukungnya sendiri, membuat semangat timnas Inggris kembali bangkit. Terlihat sejak menit awal Inggris langsung berusaha merepotkan lini pertahanan Jerman, melalui trio Sterling, Kane dan Foden.

Namun hal tersebut tak berlangsung lama, 15 menit berlalu Jerman balik menguasai pertandingan dan berupaya menggempur pertahanan Inggris yang dikawal Harry Maguire.

Inggris sesekali menekan melalui skema serangan balik, pergerakan Raheem Sterling terbukti menyulitkan Jerman. Pada menit ke 25, Sterling berhasil mengecoh dua bek Jerman dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang.

Tapi sepakan kaki kiri Sterling berhasil dimentahkan oleh penyelamatan apik, penjaga gawang Barcelona Marc Andre Ter Stegen.

Skor kacamata terus bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan.

Dalam babak kedua pertandingan baru berjalan empat menit, Inggris langsung mendapat hukuman penalti.

Baca Juga: Sex Positivity untuk Kesehatan Reproduksi dan Menjaga Keharmonisan Bersama Pasangan

Harry Maguire menjadi biangnya atas hukuman pinalti tersebut, setelah melakukan blunder, ketika berupaya menghentikan pergerakan dari Jamal Musiala, dengan menjegal langkahnya di kotak penalti.

Gundogan menjadi algojo tak menyia-nyiakan peluang tersebut untuk menghasilkan gol dan merubah keunggulan menjadi 1-0.

Inggris yang tertinggal berusaha merespon dengan memasukan Bukayo Saka dan Mason Mount. Namun petaka kembali menghampiri The Three Lions, saat Maguire kembali melakukan blunder.

Kali ini, Maguire menggiring bola memimpin serangan Inggris. Namun ketika posisinya membelakangi lawan, dia tak kunjung melepaskan umpan pada rekannya yang sudah menunggu.

Hasilnya, Maguire yang ditekan oleh dua pemain Jerman sekaligus kehilangan bola dan membuat Inggris diserang melalui skema serangan balik. Kai Havertz yang terbebas dari hadangan pemain Inggris melepaskan tembakan Indah ke pojok kiri gawang. Dan membuat Jerman unggul 2-0 pada menit ke 87.

Beberapa menit berselang, Inggris berhasil memperkecil kedudukan melalui tendangan Luke Shaw yang gagal dibendung oleh Ter Stegen. Sule sebenarnya berhasil menghadang bola, namun wasit menyatakan bola telah melewati garis gawang.

Inggris yang tak mau malu di hadapan pendukungnya, terus berusaha menekan Jerman di sisa babak kedua.

Pergerakan lincah pemain sayap Arsenal, Bukayo Saka yang meliuk-liuk di pertahanan Jerman, berhasil melepaskan umpan matang pada Mount, yang diakhiri dengan sepakan keras ke sisi kanan gawang, dan membuat skor menjadi sama kuat.

Inggris semakin diatas angin setelah Jude Bellingham dilanggar dikotak pinalti Jerman. Kane yang menjadi algojo, berhasil menunaikan tugasnya dan membuat Inggris berbalik unggul 3-2.

Namun, kemenangan Inggris yang sudah ada didepan mata, harus pupus ketika kiper Inggris Nick Pope melakukan blunder.

Pope gagal mengantisipasi tendangan keras Serge Gnabry dengan sempurna, sehingga membuat Kai Havertz dengan mudah tinggal menyontek bola untuk menyamakan kedudukan.

Hingga peluit berakhirnya pertandingan, tidak ada gol lagi yang tercipta dan kedua tim harus puas dengan skor sama kuat 3-3.

Kontributor : Gulam Raihan Akbar

Load More