/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 19:29 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman menepis isu disharmonis dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (Foto Ilustrasi / Suara.com - Rakha)

SuaraCianjur.id- Kabar soal aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI dalam pada saat kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, membuat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI, Dudung Abdurachman, angkat bicara.

Menurutnya jika aksi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan akan diserahkan kepada tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF), untuk proses pencarian fakta yang sbenarnya.

Kekerasan yang dilancarkan oleh oknum anggota TNI dalam pengamanan di Stadion Kanjuruhan kemarin, ada kemungkinan dilakukan bukan tanpa sebab.

Kendati begitu, Dudung mengaku masih menunggu proses yang dilakukan TGIPF terkait soal kekerasan tersebut.

"Kita menunggu tim dari TGPF, kita tunggu dari kepolisian juga menyerahkan kepada TGPF untuk mencari sebenarnya yang terjadi apa," jelas Dudung di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/10/2022).

Aksi dan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum anggota TNI terekam dan tersebar di media sosial, hingga menjadi viral.

Bahkan tampak oknum Anggota TNI yang melakukan tendangan keras melayang, terhadap penonton yang sedang berjalan, hingga kemudian ambruk.

Dudung bahkan menilai banyak dari anggota TNI lain yang turut membantu Aremania saat tragedi Kanjuruhan.

"Tentunya kita melihat banyak prajurit kita yang menolong masyarakat dari mulai lapangan sampai ke kendaraan ambulans, bahkan sekarang juga di rumah sakit kita juga yang menolong," terang Dudung.

Baca Juga: Pahami Jenis-Jenis Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Jangan Sampai Jadi Korban!

Dirinya mengaku langsung terbang ke Malang, untuk meihat langsung kondisi para korban. Sekaligus menemui para anggota TNI di Malang yang sempat memberi bantuan kepada para korban.

"Sore ini saya akan berangkat ke Malang, saya akan melihat masyarakat yang terluka kemudian saya juga akan berbelasungkawa kepada masyarakat yang meninggal," ucap Dudung. (Antara)

Load More